Makna Kain Tenun Ikat (Futus) pada Desa Fatukanutu Kecamatan Amabi Oefeto Kabupaten Kupang

Indonesia

Authors

  • Nova Mada Tenmau Universitas Persatuan Guru 1945 NTT
  • Arnot A. Kolnel Universitas Persatuan Guru 1945 NTT
  • Richard Oematan Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Keywords:

Makna, Motif Kain, Tenun Ikat Futus.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna yang terkandung dalam motif kain tenun ikat (Futus) pada masyarakat Desa Fatukanutu Kecamatan Amabi Oefeto Kabupaen Kupang. Penelitian ini menggunakan teori semiotika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kain Tenun Ikat (Futus) di Desa Fatukanutu memiliki 2 motif yaitu motif noa no’o (daun kelapa) dan manu basaf (dada ayam). Motif noa no’o (daun kelapa) memiliki makna banyak pendapat namun tetap satu dalam suatu ikatan kesatuan yang tidak pernah putus. Sedangkan Motif manu basaf (dada ayam) memiliki makna persatuan hati dan memperkuat ikatan sosial budaya masyarakat Desa Fatukanutu.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Affendi, F. 2021. Analisis Tenun Ikat Di Kabupaten Sikka Sebagai Daya Tarik Wisata Belanja : Yogyakarta : Sekolah Tinggi Parawisata Ampta.

Amilia, F., & Anggraeni, A. W. (2019). Semantik: konsep dan contoh analisis.

Anggraini, T., Fitriani, E. dan Amri, E. 2020. Makna Simbol Upacara Kematian: Suntiang Bungo Sanggua dan Saluak. Jurnal Socius: Journal of Sociology Researchand, Education, 7 (1), hal. 45-53.

Arifianti, I., & Wakhidah, K. (2020). Semantik: makna referensial dan makna nonreferensial. CV. Pilar Nusantara.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 2016 Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi ke-5). Jakarta Balai Pustaka.

Dahlan, A. H., & Forno, A. (2021). Pembelajaran Geometri Berbasis Etnomatematika pada Peninggalan Perang Dunia II di Pulau Morotai. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 7 (6), 391-404.

Hafid, A. dan Raodah, 2019. Makna Simbolik Tradisi Ritual Massorong Lopi-Lopi oleh Masyarakat Mandar di Tapango, Kabupaten Polman, Provinsi Sulawesi Barat. WALASUJI, 10 (1), hal.33–46.

Jendri, and Ummi Kalsum. Interpretasi Semiotika Loyalitas Suami Isteri Dalam QS Al-Lahab. Jurnal Ulunnuha 9.2 (2020): 103-119.

Nauvalia, Nurin, et al. Peran media “Tik Tok” dalam memperkenalkan budaya bahasa Indonesia. Satwika: Kajian Ilmu Budaya Dan Perubahan Sosial, (2022), 6.1: 126-138.

Nitbani, M. G. 2024. Makna dan simbol pada kain tenun ikat di Desa Boti, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Kupang: Universitas Nusa Cendana.

Pohan, 2023: Metode Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Andi.Pustaka Abadi.

Riwu, A., & Pujiati, T. 2018. Analisis Semiotika Roland Barthes pada Film 3 Dara. Deiksis, 10(03), 212.

Santosa, Marisa Puteri Sekar Ayu. Analisis penamaan kedai kopi di Surabaya: Kajian etnolinguistik. Kredo: Jurnal Ilmiah Bahasa Dan Sastra, 3.2 2020:386:399.

Saputra, 2019. Skripsi tentang Tenun. Surakarta: Universitas Sebelas Maret. Sultan Ardi, A. H. M. A. D. Makna Simbolik Motif Kain Tenun Rongkong Di Dusun Salurante Kecamatan Rongkong Kabupaten Luwu Utara. Diss. Fakultas Seni dan Desain, 2023.

Saputra, A. 2023. Seni Tenun Nusantara. Yogyakarta: Andi.

Septiani, R. A. D., & Wardhana, D. 2022. Implementasi program literasi membaca 15 menit sebelum belajar sebagai upaya dalam meningkatkan minat membaca.Jurnal Perseda: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 5(2), 130-137.

Setiawan, D. 2018. Dampak perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terhadap budaya. Jurnal Simbolika: Research and Learning in Communication Study (E-Journal), 4 (1), 62-72.

Simanjuntak, Bungaran Antonius. Tradisi, Agama, dan Akseptasi Modernisasi Pada Masyarakat Pedesaan Jawa (Edisi Revisi). Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2016.

Sodik, F. 2020. Pendidikan toleransi dan relevansinya dengan dinamika sosial masyarakat Indonesia. Tsamratul Fikri, 14(1), 1-14.

Sophia, R., & Fitriyani, M. 2024. Analisis jenis-jenis makna pada buku self improvement aku ada di sini untuk mendengarkanmu karya irma gustiana (kajian semantik). Journal of Education for The Language and Literature of Indonesia, 2(1), 22-33.

Suprapto.2020. Dialektika Islam Dan Budaya Nusan Tara Dari Negosiasi, Adapasi Hingga Komodifikasi. Jakarta: Kencana A.

Syarif, N.2018. Pendekatan semiotika dalam studi al-Qur’an.An-Nida': Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 7 (1), 94-108.

Taufiq, A. Muh. 2022. Makna Idiomatik Dan Nilai Moral Dalam Syair Sayang-Sayang Mandar Kajian Semantik=Idiomatic Meaning And Moral Values In Mandar Sayang-Sayan Poetry Semantic Study. Diss. Universitas Hasanuddin.

Waruwu, S. E., & Mesra, R. 2024.Budaya Masyarakat Sebagai Faktor Pendorong dalam Kesuksesan Usaha Pembuatan Batu Bata di Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS), 1(1), 1-11.

Wijaya, D. E. 2022. Analisis Semiotika Kecanduan Merokok di Film Dokumenter “Darurat Sekolah Dikepung Iklan Rokok .”Journal of Discourse and Media Research, 1(1), 13–27.

Downloads

Published

2026-07-31

How to Cite

Tenmau, N. M., Kolnel, A. A., & Oematan, R. (2026). Makna Kain Tenun Ikat (Futus) pada Desa Fatukanutu Kecamatan Amabi Oefeto Kabupaten Kupang: Indonesia. Ciencias : Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan, 9(2), 233–245. Retrieved from https://ejournal.upg45ntt.ac.id/ciencias/article/view/493

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>