Tuturan Ritual Toit Ulan Pada Masyarakat Desa Pana Kecamatan Kolbano Kabupaten Timor Tengah Selatan

  • Sanhedri Boimau Universitas Persatuan Guru 1945 NTT
  • Dixon E.M. Taek Bete Universitas Persatuan Guru 1945 NTT
Keywords: bahasa, budaya, masyarakat, ritual

Abstract

This study aims to determine the form, function, meaning and value contained in the speech RTU in the community of Pana Village, Kolbano District, South Timor Regency. The methods and techniques for taking data used in this research are observation (involved observer), interview, recording, note-taking, and documentation. The data will be analyzed qualitatively based on cultural linguistics approach. It’s because the cultural meanings and values that contained in the RTU speech can be applied as an effort to preserve culture. Thus, the efforts of preserving the language and culture of Pana Village community can be brought up. The result in these research and discussion showing that the form of the RTU speech consists of: introduction, contents and the closing section. The functions in this RTU speech for the Pana Village community at Kolbano District, the Region of Central South Timot, are as follows: (1) Magical functions; (2) Religious functions; and (3) expressive functions. Based on those functions, the meaning contained in the RTU speech is (1) religious meaning; (2) Economic meaning; and (3) Sociological meanings. The values stated in the RTU speech are (1) Religious values; (2) Economic value; (3) Social value.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bustan, Fransiskus. (2010). Linguistik Kebudayaan. (Bahan Ajar Mandiri). Program Pascasarjana Universitas Nusa Cendana Kupang.

Bustan, Fransiskus. (2010). Metodologi Penelitian. (Bahan Ajar Mandiri). Program Pascasarjana Universitas Nusa Cendana Kupang.

Danandjaja, James. (1986). Manfaat Media Tradisional untuk Pembangunan, dalam Kebudayaan dan Pembangunan, Sebuah Pendekatan terhadap Antropologi Terapan di Indonesia. Penyuntingan: Nat J. Colleta dan Umar Kayam. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Foley, W.A. (1997). Anhropology Linguistics: an Introduktion. Oxford: Blackwell.

Fox, James J. (1986). Bahasa,Sastra dan Sejarah: Kumpulan Karangan Mengenai Masyarakat Pulau Roti. Jakarta: Penerbit Djambatan.

Foni, W. (2002). Budaya Pertanian Atoni Pah Meto: Suatu Studi Siklus UpacaraKegiatan Pertanian Lahan Kering Atoni Pah Meto Tunbaba di Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur.Tesis (tidak dipublikasikan), Salatiga: Program Studi Magister Studi Pembangunan, Program Pascasarjana, Universitas Kristen Satya Wacana.

Keraf. (1991). Kebudayaan Mentalistik dan Pengembangan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Kuntowwijoyo, C. (2004). Tafsir Kebudayaan (Terjemahan Fransisco Budi Hardiman dari judul asli: The Interpretaton of Cultures). Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Liliweri, Alo. (2003). Gatra-Gatra Komunikasi Antar budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar (Anggota IKAPI).

Liliweri, Alo. (2002). Memahami Makna Simbol Dalam Komunikasi, Sumbangan Perspektif Sosiologi ‘Interaksionisme Simbolis’ Terhadap Makna Pesan dalam Ilmu Komunikasi. (Dalam Pluralis Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial). Edisi Oktober – Nomor 1 tahun 2002. Penerbit Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nusa Cendana Kupang.

Pampe, P. (2007). Pemakaian Bahasa Manggarai dalam Kegiatan Keagamaan Katolik di Kabupaten Manggarai. Disertasi (tidak dipublikasikan), Denpasar. Program Pascasarjana Universitas Udayana.

Samarin. (1998). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana. University Pres

Sudaryanto. (1993). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan Secara Linguistik. Yogyakarta: Duta Wacana Press.

Published
2019-07-31
How to Cite
Boimau, S., & Bete, D. (2019). Tuturan Ritual Toit Ulan Pada Masyarakat Desa Pana Kecamatan Kolbano Kabupaten Timor Tengah Selatan. Ciencias : Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan, 2(2), 55-67. Retrieved from https://ejournal.upg45ntt.ac.id/ciencias/article/view/36
Section
Articles