Peningkatan Prestasi Belajar IPS Tentang Mengenal Masalah Sosial Di Lingkungan Setempat Melalui Model Pembelajaran Cooperative Learning STAD Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Siuf Kec. Amarasi Timur Kab. Kupang
Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.70942/ciencias.v6i2.130Keywords:
Hasil Belajar, Pendekatan Cooperative Learning – STADAbstract
Penulisan ilmiah dengan judul: “Peningkatan Prestasi Belajar IPS Tentang Mengenal Masalah Sosial di Lingkungan Setempat Melalui Model Pembelajaran Cooperative Learning – STAD Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Siuf Kec. Amarasi Timur Kab. Kupang”. Masalah penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan prestasi belajar IPS tentang mengenal masalah sosial di lingkungan setempat melalui model pembelajaran Cooperative Learning – STAD pada siswa Kelas IV SD Negeri Siuf. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan prestasi belajar IPS tentang masalah sosial di lingkungan setempat melalui model pembelajaran Cooperative Learning – STAD pada Siswa Kelas IV SD Negeri Siuf. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi. Tindakan pembelajaran yang dilakukan berprinsip pada peningkatan hasil pembelajaran yang dialami oleh siswa – siswi sendiri dalam belajar tentang masalah sosial di lingkungan setempat. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari tahapan – tahapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan model pembelajaran Cooperative Learning – STAD dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran tentang mengenal masalah sosial di lingkungan setempat yang dikhususkan tentang masalah kebakaran. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru yang mengajarkan masalah sosial lingkungan setempat pada kelas IV SD Negeri Siuf dengan menggunakan metode ceramah bervariasi rata – rata nilai hasil tes formatif adalah 57, 14 yakni yang tuntas mencapai KKM 19 orang. Setelah melakukan tindakan pada siklus I dengan menggunakan pendekatan Cooperative Learning –STAD siswa yang mampu menjadi 19 orang dengan nilai rata - rata 62,06 %, siswa yang tidak mampu 37,04%. Hasil observasi siklus I belum dapat dihentikan karena kemampuan siswa dalam menyampaikan hasil diskusi dan mengerjakan soal latihan belum mencapai KKM yang ditetapkan sekolah yakni 65%, untuk itu penelitian dilanjutkan pada siklus II. Setelah melakukan tindakan pada siklus II hasilnya meningkat 28 siswa yang mengikuti tes yang mampu, meningkat menjadi 85,71%, dan siswa yang tidak mampu menjadi 14,29%. Dengan demikian belajar menggunakan pendekatan Cooperative Learning – STAD pada materi mengenal masalah sosial lingkungan setempat khususnya kebakaran dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar pada siswa kelas IV SD Negeri Siuf Kec. Amarasi Timur Kab. Kupang.
Downloads
References
Tu’u, 2004 : Prestasi Akademik, Jakarta
Jamil Soemantri, 2000 : Pendidikan Ips, Jakarta
Jamil Kosasi, 2000 : Pendidikan Ips,Jakarta
Anisa Sri, 2009: Model Pembelajaran di SD, Jakarta, Universitas Terbuka
Pischak Put S.U, 2004 : Masalah Sosial, Jakarta
Kartono, 1983 : Masalah Sosial, Jakarta
Lesile,1974 : Batasan Masalah Sosial, Jakarta
Ahmadi, 1993 : Pembaharuan Batasan Masalah Sosial, Jakarta
Arkunto S. Suhardjono dan Supardi, 2009: Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta, PT. Bumi Aksara
Undang-Undang No. 20 Tentang Sistim Pendidikan Nasional, Jakarta, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar
Depertemen Pendidikan Nasional 2006: Permendiknas No. 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi, Jakarta, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar
Depertemen Pendidikan Nasional 2007: Permendiknas No. 20 Tahun 2007 tentang standar penilaian pendidikan, Jakarta, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar
Depertemen Pendidikan Nasional 2007: Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta, Balai Pustaka
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







