Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mengatasi Perilaku Bullying di SMP Negeri 5 Kota Kupang
Indonesia
Keywords:
Guru Bimbingan Konseling, Bullying, Perilaku Siswa.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mengatasi perilaku bullying di SMP Negeri 5 Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian berada di SMP Negeri 5 Kota Kupang, Jl. Frans Seda, RT 31/RW 14, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang. Subjek penelitian terdiri dari 5 orang, yaitu 1 guru BK dan 4 siswa yang terlibat dalam kasus bullying. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK memiliki peran penting dalam menangani perilaku bullying melalui layanan konseling individu, konseling kelompok, serta kegiatan pembinaan yang berkesinambungan. Berdasarkan hasil wawancara, guru BK berperan sebagai konselor, fasilitator, mediator, dan motivator dalam membantu siswa memahami dampak negatif bullying dan membentuk perilaku yang positif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peran guru BK sangat penting dalam mengatasi perilaku bullying di sekolah, terutama jika didukung oleh pendekatan yang tepat, program pencegahan yang terstruktur, dan kerjasama yang baik antara pihak sekolah dan orang tua.
Downloads
References
Abdullah, M. (2019). Bimbingan dan konseling dalam konteks sekolah: Peran dan fungsi konselor pendidikan. Jakarta: Kencana.
Aisyah, D., Rahmawati, F., & Sari, N. (2024). Penerapan metode sosiodrama dalam meningkatkan empati dan mengurangi agresivitas siswa. Jurnal Psikologi Pendidikan, 18(2), 112–124.
Aisyah, N., et al. (2024). Sosiodrama sebagai Strategi Bimbingan dalam Menangani Bullying di SMP. Jurnal Konseling Ar-Raniry, 10(2), 87–95.
Aisyahbana, R. D., & Sukmawati, R. (2021). Efektivitas Teknik Sosiodrama dalam Mengurangi Perilaku Bullying Siswa. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(1), 123–132.
Arina, T. A., & Rachmawati, A. (2022). Dampak bullying terhadap perkembangan emosisiswa. Indonesian Journal of Educational Learning (IJEL), 2(1), 45–52.
Arini, D. (2024). Peran Konseling Individual dalam Penanganan Bullying pada Siswa SMP. Prosiding Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling, Universitas Ahmad Dahlan.
Arini, M. (2024). Peran layanan konseling individual dalam pemulihan korban bullying di sekolah. Jurnal Konseling Indonesia, 9(1), 25–33.
ASCA. (2019). The ASCA National Model: A Framework for School Counseling Programs (4th ed.). American School Counselor Association.
Bandura, A. (1986). Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. Prentice Hall.
Bronfenbrenner, U. (2006). The ecology of human development. Harvard University Press.
Coloroso, B. (2015). The bully, the bullied, and the not-so-innocent bystander. HarperCollins.
Corey, G. (2017). Theory and practice of counseling and psychotherapy (10th ed.). Cengage Learning.
Corey, G. (2021). Theory and practice of counseling and psychotherapy (10th ed.). Cengage Learning.
Damayanti, Y. A., & Firman, F. (2020). Strategi coping dan dukungan sosial dalam mengatasi bullying di kalangan remaja. Jurnal Fokus Konseling, 6(2), 101–110.
Deutsch, M. (2017). The resolution of conflict: Constructive and destructive processes. Yale University Press.
Espelage, D. L. (2020). Bullying as a social- ecological system: A review of research on bullying prevention and intervention. Journal of School Violence, 19(3), 345-358.
Evans, C., Fraser, M., & Cotter, K. (2019). The effectiveness of school-based bullying prevention programs. Journal of School Psychology, 72, 65–83.
Fahyuni, E. F., dkk. (2023). Peran guru BK dalam pengembangan kemandirian dan minat peserta didik. Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia, 10(2), 77–89.
Gaffney, H., Ttofi, M., & Farrington, D. (2021). Evaluating the effectiveness of school-bullying prevention programs: An updated meta- analytical review. Aggression and Violent Behavior, 56, 101508.
Gysbers, N. C., & Henderson, P. (2014). Developing & managing your school guidance and counseling program (5th ed.). American Counseling Association.
Hasan, S. (2022). Pendidikan akhlak mulia sebagai pilar utama dalam pencegahan bullying siswa di MTs Addini Al-Burdah Dekatagung Gresik. Jurnal Pendidikan Islam, 2(2), 1–12.
Hinduja, S., & Patchin, J. W. (2020). Cyberbullying: Identification, prevention, and response. Cyberbullying Research Center.
Holt, M. K., Vivolo-Kantor, A. M., Polanin, J. R., Holland, K. M., DeGue, S., & Matjasko, J. L. (2015). Bullying and suicidal ideation and behaviors: A meta-analysis. Pediatrics, 135(2), e496–e509.
Hymel, S., & Swearer, S. M. (2015). Four decades of research on school bullying: An introduction. American Psychologist, 70(4), 293–299.
Ibrahim, F. (2023). Konseling Kelompok sebagai Upaya Penanganan Bullying di MTs. Jurnal Edukasi Remaja, 8(3), 45–53.
Ibrahim, M. (2023). Kolaborasi orang tua dan sekolah dalam penanganan bullying. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 7(3), 150–161.
Jankauskiene, R., Kardelis, K., & Pajaujiene,
S. (2017). The Impact of School Bullying On Students’ Academic Achievement. Retrieved from
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Dampak Perilaku Bullying di Sekolah terhadap Kesehatan Mental Anak. Diakses dari
Kowalski, R. M., Limber, S. P., & McCord, A. (2021). Bullying in the digital age: A critical review and meta-analysis. Wiley-Blackwell.
Kusumasari, D., Pratama, A., & Lestari, S. (2019). Dampak perilaku bullying terhadap kesehatan mental dan prestasi akademik siswa. Jurnal Psikologi Remaja, 5(2), 90–101.
Lestari, W. S. (2016). Analisis faktor-faktor penyebab bullying di kalangan peserta didik (studi kasus pada siswa SMPN 2 Kota Tangerang Selatan) (Skripsi tidak diterbitkan). Universitas Negeri Jakarta.
Lopo, F. L. (2025). Peran Konseling Individu Dalam Pembentukan Konsep Diri Siswa Kelas X SMK Negeri 6 Kupang. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 9(2), 1405-1409.
Masdin. (2013). Dalam Alhakiim, A. A. “Tesis: Faktor Budaya sebagai Penyebab Bullying”. Tesis, IAIN Surakarta. E-prints IAIN Surakarta.
Menesini, E., & Salmivalli, C. (2017). Bullying in schools: The state of knowledge and effective interventions. Psychology, Health & Medicine, 22(S1), 240–253. https://doi.org/10.1080/13548506.20 17.1279740.
Migliaccio, T., & Raskauskas, J. (2015). Bullying: Academic, psychological, and societal perspectives. Routledge.
Mulyasa, E. (2008). Menjadi guru profesional: Menciptakan pembelajaran kreatif dan menyenangkan. Remaja Rosdakarya.
NESCO. (2017). School Violence and Bullying: Global Status Report. Retrieved from
Ningsih, H. (2023). Peran Guru dan Guru BK dalam Menangani Kasus Bullying di Sekolah. Jurnal Inisiatif Pendidikan, 9(2), 90–100.
Ningsih, R., & Pratiwi, I. (2020). Peran guru bimbingan dan konseling dalam menangani kasus bullying di sekolah menengah. Jurnal Konseling Pendidikan, 8(2), 145–153. https://doi.org/10.xxxx/jkp.v8i2.
Olweus, D. (2016). Bullying and cyberbullying: What we know and what we could do. Journal of Educational Psychology, 54(3), 240–258.
Olweus, D. (2020). Preventing bullying through comprehensive school-based programs. Wiley.
Pemerintah Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pemerintah Republik Indonesia.
Polanin, J. R., Espelage, D. L., & Pigott, T. D. (2021). Best practices in bystander intervention programs. Journal of School Psychology, 85, 1–16.
Prayitno. (2017). Layanan bimbingan dan konseling di sekolah. PT Raja Grafindo Persada.
Purnamasari, D., & Rahmawati, F. (2021). Fenomena bullying pada siswa SMP dan dampaknya terhadap kesehatan mental. Jurnal Psikologi Pendidikan, 13(1), 22–33. https://doi.org/10.xxxx/jpp.v13i1.
Putri, A. (2023). Pendekatan Trauma- Informed dalam Lingkungan Pendidikan. Jurnal Psikologi Pendidikan, 12(1), 33–41.
Republik Indonesia. (2005). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157. Jakarta: Sekretariat Negara.
Rigby, K. (2021). Interventions in bullying: A handbook for educators and parents. Wiley-Blackwell.
Sari, P., &Rahma, L. (2022). Pendidikan Karakter sebagai Solusi Preventif Perilaku Bullying. Prosiding ARIPI, 4(1), 60–68.
Smith, P. K., & Ananiadou, K. (2018). The nature of bullying and strategies for prevention. International Journal of School Safety, 14(2), 23–39.
Sullivan, K. (2015). Bullying: A Social- Cognitive Perspective. Cambridge: Cambridge University Press.
Swearer, S. M., & Hymel, S. (2015). Understanding the Psychology of Bullying: Moving Toward a Social- Ecological Diathesis-Stress Model. American Psychologist, 70(4), 344–
Thornberg, R., Jungert, T., & Wänström, L. (2021). Bystander behavior in bullying situations: A multilevel meta-analysis. Social Psychology of Education, 24(1), 25–52.
Ttofi, M. M., & Farrington, D. P. (2019). School bullying: Risk factors, theories, and interventions. Psychology Review, 126(1), 1–25.
Twenge, J. M. (2017). iGen: Why Today’s Super-Connected Kids Are Growing Up Less Rebellious, More Tolerant, Less Happy--and Completely Unprepared for Adulthood. Atria Books.
UNESCO. (2019). Behind the numbers: Ending school violence and bullying. UNESCO Publishing.
Vaillancourt, T., Brittain, H. L., McDougall, P., & Duku, E. (2013). Longitudinal Links BetweenChildhood Peer Victimization, Internalizing and Externalizing Problems, and Academic Functioning: Developmental Cascades. Journal of Abnormal Child Psychology, 41(8), 1203–1215.
Volk, A. A., Dane, A. V., & Marini, Z. A. (2017). What is bullying? A Theoretical redefinition. Developmental Review, 37, 1–24.
Walgito, B. (2004). Bimbingan dan konseling.
Yogyakarta: Andi.
Wolandari, S. (2024). Strategi Mencegah Kekerasan dan Bullying melalui Program “Ayo Rukun”. Skripsi. Universitas Sebelas Maret.
Yusuf, S., & Nurihsan, J. (2018). Landasan bimbingan dan konseling. PT Remaja Rosdakarya.
Zakiyah, E. Z., Fedryansyah, M., & Gutama,
A. S. (2018). Dampak bullying pada tugas perkembangan remaja korban bullying. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 1(3), 1–10.
Zhang, J., Wu, Y., Xu, H., et al. (2023). Association between School Bullying and Adolescent Mental Health: A Nationwide Study in China. arXiv preprint.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







