Penerapan Layanan Konseling Pribadi Bagi Remaja Putus Sekolah Di Lingkungan Masyarakat Desa Tuapakas Kecamatan Kualin Kabupaten Timor Tengah Selatan

Indonesia

Authors

  • Yando Abia Taneo Universitas Persatuan Guru 1945 NTT
  • Ferdinan L. Lopo Universitas Persatuan Guru 1945 NTT
  • Juniati A. Maak Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Keywords:

Konseling Remaja, Putus Sekolah, Layanan Konseling

Abstract

The purpose of this research is to explore the implementation of career counseling services for school dropout adolescents in the Tuapakas Village community, Kualin District, South Central Timor (TTS) Regency. This study uses a qualitative descriptive method with observation and interview techniques. The research was conducted in Tuapakas Village, involving 8 participants, consisting of 1 guidance and counseling teacher and 7 adolescents who have dropped out of school. The findings reveal that school dropout is caused by various factors, including economic conditions, household responsibilities, early marriage, and feelings of boredom or pressure at school. These results are in line with the Ecological Systems Theory by Bronfenbrenner, updated by Narayan (2016), which states that individual development is heavily influenced by surrounding systems such as family, local economy, community culture, and access to public services. For instance, one respondent dropped out of school due to economic hardship and chose to work on a farm, illustrating how the microsystem (family) and mesosystem (village environment) influence educational continuity.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alam, U. F. (2024). Pengaruh konseling kelompok terhadap keterampilan sosial dan emosional remaja putus sekolah. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 8(2), 110–121.

Cindy, C. (2023). Pendekatan psikososial untuk membangun kepercayaan diri remaja perempuan putus sekolah melalui konseling personal dan kegiatan keterampilan. Prosiding Seminar Nasional Psikologi Sosial, 3(1), 88–95.

Cindy, C. (2023). Perkembangan remaja dan pendekatan psikososial dalam konseling. Jakarta: Penerbit Psikokonseling Nusantara.

Dewi, N. A. K. (2014). Faktor-faktor penyebab putus sekolah pada remaja di kawasan pedesaan: Studi kasus di Kabupaten Karangasem, Bali. Denpasar: Universitas Udayana.

Hooley, T. (2020). Career guidance for social justice: Contesting neoliberalism. Routledge.

Irawan, R. (2022). Peran pelatihan kerja dan konseling individual dari Dinas Sosial dalam membentuk motivasi dan tanggung jawab remaja putus sekolah. Laporan Penelitian Dinas Sosial Kabupaten Bandung.

Joubert & Hay (2019) dalam konteks peer counseling. Konseling teman sebaya penting karena remaja cenderung lebih nyaman berbagi persoalan dengan teman sebayanya dibanding figur otoritas formal Repository UNIPMA+15Repository Universitas Ahmad Dahlan+15ResearchGate+15

Lubis, Rizky Fardhani (2019). Studi tentang konseling antar budaya pada komunitas (dengan suku Batak Toba dan Nias) menekankan perlunya kompetensi dan kesadaran budaya bagi konselor agar intervensi relevan dan diterima secara lokal UIN Suska Repository.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Analisis data kualitatif: Buku sumber tentang metode (edisi ke-4). SAGE Publications

Nugraha, A. (2020). Teori-teori konseling: Pendekatan dan aplikasi dalam praktik. Jakarta: Kencana.

Prayitno. (2017). Layanan dasar bimbingan dan konseling di sekolah. Padang: Universitas Negeri Padang Press.

Seligman, L., & Reichenberg, L. W. (2014). Theories of counseling and psychotherapy: Systems, strategies, and skills

Susanti, Wulandari (2022). Berdasarkan pengabdian masyarakat, ditemukan bahwa layanan bimbingan konseling berbasis komunitas efektif menurunkan tingkat penyimpangan remaja dengan melibatkan kolaborasi antara konselor, keluarga, dan tokoh masyarakat ifrelresearch.org+2UI Suska Repository+2Repository Universitas Ahmad Dahlan+2.

Sutirna, S., Munandar, M., & Wachyudi, W. (2022). Layanan konseling di pendidikan nonformal dalam meningkatkan motivasi belajar dan kesadaran diri remaja putus sekolah. Jurnal Bimbingan dan Konseling Nusantara, 5(1), 45–55.

Winkel, W. S. (2009). Bimbingan dan konseling di institusi pendidikan. Jakarta: Grasindo

Downloads

Published

2026-01-31

How to Cite

Taneo, Y. A., Lopo, F. L., & Maak, J. A. (2026). Penerapan Layanan Konseling Pribadi Bagi Remaja Putus Sekolah Di Lingkungan Masyarakat Desa Tuapakas Kecamatan Kualin Kabupaten Timor Tengah Selatan: Indonesia. Ciencias : Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan, 9(1), 108–119. Retrieved from https://ejournal.upg45ntt.ac.id/ciencias/article/view/572

Issue

Section

Articles