Makna dan Nilai Tuturan Tangi Pali pada Masyarakat Desa Jiwuwu Kecamatan Sabu Tengah Kabu Kabupaten Sabu Raijua

Indonesia

Authors

  • Kornelia Dubu Mangngi Universitas Persatuan Guru 1945 NTT
  • Ronni M. Ndun Universitas Persatuan Guru 1945 NTT
  • John D. Fallo Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Keywords:

Makna dan Nilai, Tuturan Tangi Pali, Masyarakat Sabu.

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis makna dari tuturan Tangi Pali  pada masyarakat Desa Jiwuwu Kecamatan Sabu Tangah Kabupaten Sabu Raijua dan menggali nilai-nilai yang terkandung dalam tuturan Tangi Pali pada masyarakat Desa Jiwuwu Kecamatan Sabu Tengah Kecamatan Sabu Raijua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Tuturan Tangi Pali Pada Masyarakat Desa Jiwuwu Kecamatan Sabu Tengah Kabupaten Sabu Raijua terkandung beberapa makna, antara lain; (1) maknakasih sayang, (2) makna kebersamaan, (3) makna religius, (4) makna kehilangan, (5) makna permohonan dan nilai-nilai yang terkandung dalam Tuturan Tangi Pali yakni; (1) nilai etis, (2) nilai sosial, dan  (3) nilai budaya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alwi, Hasan, at. all. 2017. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat.

Jakarta: Balai Pustaka.

Arni, Muhammad. (2005). Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara.

Bogdan dan Taylor, 2010 J. Moleong, Lexy. 1989.Metodologi Penelitian Kualitatif.

Bandung: Remadja Karya.

Boimau, S. (2020). Nilai Dalam Legenda Oe Honis Pada Masyarakat Desa Babuin

Kabupaten TTS. Ciencias: Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan, 3(2),71-81.

Bucholtz, M., & Hall, K. (2005). Identity and Interaction: A sociocultural linguistic

approach. Discourse Studies, 7(4-5), 585-614.

Chomsky, Noam. 2017. Language and Mind. Inggris : Cambridge University Press

Dardjowidjojo, Soenjono. Psiko-linguistik : Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia.

Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. 2005

Della Sofimaya Tarru Bangngu,2002. Metafora Dalamtangi Palipada Upacara Kematian di Kelurahanledeke Kecamatan Raijua Kabupaten Sabu Raijua. Kupang: Universitas Nusa Cendana.

Djajasudama, Fatimah. 1993. Semantik 2: pemahaman ilmu makna. Bandung: Unesco

Djarwanto PS. Pangestu Subagyo. (1993). Statistik Induktif. Yogyakarta: BPFE

Yogyakarta.

Durkheim, Emile. (1893). The Division of Labor in Society. New York: Free Press.

Ferrante, Joan. 2015. Sociology, A Global Perspective. Cangage Learning, Stamford, USA.

Fallo. J. D dan Boimau, S. 2022. Makna dan Fungsi Tuturan Adat Keu Laka di Desa Serubela Kecamatan Rote Timur Kabupaten Rote Ndao. Cienscias (VOL.GYO)

Halliday, M. A. K. (2000). An introduction t o functional grammar. Beijing: Foreign

Language Teaching and Research Press.

Herimanto dan Winarto. 2008. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Solo: PT Bumi Aksara

Keraf. (2010). Tata Bahasa Indonesia untuk SLTP, Nusa Indah.

Kottak, Conrad Philip. 2017. Cultural Anthropology: Appreciating Cultural

Diversity. United States of America: McGraw-Hill Education.

Kridalaksana, Harimurti. 2008. Kamus Linguistik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Lado, Y. A. L. A. (2019). Bentuk, Fungsi, dan Makna Tuturan Ritual Da’Ba pada Masyarakat Sabu (Sebuah Analisis Linguistik Kebudayaan). Jurnal Lingko: Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 1(2),25:34.

Liliweri, A. (2003). Gatra-Gatra Kumununikasi Antarbudaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Lindlof, Thomas R. (1995). Qualitative Communication Research Methods: Curent Communication An Advanced Text Series Volume 3. London: SAGE Publication

Moleong, (2014). Metodologi Penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Moru, O. O. (2022). Kekristenan dan Tradisi Ru-ketu “Tinjauan Tipologi Helmut Richard Niebuhr Terhadap Pandangan Pro-Kontra Praktek Tradisi Ru-ketu Di kalangan Komunitas Kristen Sabu Barat Kabupaten Sabu Raijua”. Apostolos: Journal of Theology and Christian Education, 2(2), 68-89.

Mulyana, Deddy. 2015. Komunikasi Lintas Budaya. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nazir. 2005. Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia

Saussure, F. (2000). Course in General Linguistics. New York: McGraw-Hill Book Company

Saussure, Ferdinand de. (1916). Course in General Linguistics: Ed Charles Bally dan Albert Sechehaye. Trans Wade Baskin. New York: Philosophical Library.

Spradley, J.P. 1997. Metode Etnogra fi. Terjemahan oleh Misbah Yulfa

Elisabeth.Yogyakarta : PT Tiara Wacana Yogya.

Sugiyono, (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta.

Suhardi. 2016. Dasar-Dasar Ilmu Semantik. Yogyakarta: Arruz Media.

Tylor, Edward B. 1871. Primitive Culture: Researches Into the Development of Williams. Raymond, Keywords : A Vocabulary of Culture and Society (Londong :Penguin,1976).

Wahyu Wibowo, 2001. Manajemen Bahasa. Jakarta: Gramedia

Yusuf, Muhammad. 2008. “Nilai-Nilai Sosial-Humanistik dalam Teks Hadis(Konstektualisasi Makna Iman Secara Integratif-Interkonektif).” Jurnal PenelitianAgama XVII (3): 477–96.

Downloads

Published

2026-07-31

How to Cite

Mangngi, K. D., Ndun, R. M., & Fallo, J. D. (2026). Makna dan Nilai Tuturan Tangi Pali pada Masyarakat Desa Jiwuwu Kecamatan Sabu Tengah Kabu Kabupaten Sabu Raijua: Indonesia. Ciencias : Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan, 9(2), 255–273. Retrieved from https://ejournal.upg45ntt.ac.id/ciencias/article/view/513

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)