EKSISTENSI TARIAN TRADISIONAL GAWI PADA AKTIFITAS OLAHRAGA MASYARAKATA DI DESA LISE DETU KECAMATAN WOLOWARU KABUPATEN ENDE
Keywords:
Eksistensi, Tari Gawi, OlahragaAbstract
Nusa Tenggara Timur salah satunya daerah yang banyak memiliki kesenian tradisional misalnya senitari. Beberapa seni tari yang dikenal di Provinsi Nusa Tenggara Timur yaitu tari gawi, tari sekapur sirih, tari ja’i, tari hegong, tari rokatenda, tari dolo-dolo dan juga masih banyak tarian yang lain. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif atau penelitian lapangan, karena penelitian ini lebih kepenelitian kebudayaan dan agar dapat gambaran terhadap subjek dan objek penelitian berdasarkan fakta-fakta. Penelitian ini di lakukan di Desa Lise Detu, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Waktu yang dibutuhkan pada penelitian ini adalah 2 minggu. Teknik pengumpulan data di gunakan yaitu: Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Dari seluruh desa yang ada di Kabupaten Ende terungkap bahwa semua masyarakat melakukan kesenian tari Gawi dalam acara pernikahan, acara adat, dan penyambutan tamu dari luar. Tari Gawi merupakan salah satu wujud kebudayaan bangsa dan merupakan hasil karya manusia. Eksistensi atau keberadaan tari Gawi sudah semakin maju, yang mana pada awalnya hanya dikenal oleh masyarakat Desa Lise Detu, sekarang sudah dikenal oleh masyarakat luar, bahkan sudah diakui oleh masyarakat nasional sebagai kesenian tari Gawi. Saran Kepada masyarakat Desa Lise Detu dan para penari khususnya tarian Gawi dapat digunakan sebagai bentuk alternatif olahraga dan sekaligus bentuk nyata pelestarian budaya tradisional Kabupaten Ende.
References
Arikunto Suharsimi. 2009. Prosedur Penelitian. Jakarta: Insan Madani
Arikunto, Suharsimi. 2010.Prosedur Penelitian.Jakarta:RinekaCipta
Endaswara, Swardi. 2006. Metode Penelitian Kebudayaan. Yogyakarta: GadjaMadaUn iversitypres
Ayunda, Putri. 2017. Peran Masyarakat dalam Melestarikan Budayadi Desa Kerinci. Skripsi.
Erlinda. 2002. Sosiologi Tari Padang. Padang
Hadi, Sutrisno. 1979. MetoZ eReaserch. Yogyakarta: Yayasan Penerbit Fakultas UGM
Harry Sulastinto, Dian Latifah. 2012. Pendidikan Sen dan Budaya. Bandung: Gineca Exact
Ihroni T.O. 2006. Pokok-pokok Antropologi Budaya. Jakarta: Obor Indonesia
Iskandar. 2013. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: GPPress
Kartodirdjo, Sartono. 1991. Pendekatan Ilmu Sosial dan Pendekatan Ilmu Sejarah. Jakarta: Gramedia PustakaUtama
Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta
Maleong, Lexy. 2013. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarta
Muhadjir, Neong. 1991. Metode Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Rake Surasin
Nuraini, Henigustini dan Alfian, Muhammad. 2013. Studi Budaya di Indonesia. Bandung: Pustaka Setia
P. Spradley James. 2007. Metode Etngrafi. Yogyakarta: Tiara Wacana
Satori Djam’an dan Komaria Aan. 2013. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta
Siawati, Rahmida. 2006. Seni Tari. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengh Kejuruan
Soekanto, Subrantini. 1980.Analisis Kebudayaan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Sugiono. 2013. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).





