PENGARUH LATIHAN MENGANGKAT BEBAN 45 KG TERHADAP KEMAMPUAN BANTINGAN PADA ATLET PUTRA PENCAK SILAT PERISAI DIRI DI UNIT WALI KOTA KUPANG

Authors

  • Emanuel Yoseph Kabosu Universitas Persatuan Guru 1945 NTT
  • Martina D. Lengo Universitas Persatuan Guru 1945 NTT
  • Lukas D. Bili Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya teknik bantingan sebagai penentu kemenangan dalam pertandingan pencak silat kategori tanding. Observasi awal di Unit Wali Kota Kupang menunjukkan kemampuan bantingan atlet putra belum maksimal karena kurangnya daya ledak otot spesifik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh latihan mengangkat beban 45 kg terhadap peningkatan kemampuan bantingan pada atlet putra Pencak Silat Perisai Diri di Unit Wali Kota Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasi-Experimental Design) dengan rancangan Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 20 atlet putra yang dibagi secara random menjadi kelompok eksperimen (n=10) dan kelompok kontrol (n=10). Kelompok eksperimen diberikan perlakuan berupa latihan mengangkat beban 45 kg menggunakan media modifikasi ban mobil secara terprogram selama periode latihan, sedangkan kelompok kontrol hanya menjalankan latihan konvensional. Instrumen yang digunakan adalah Tes Bantingan Spesifik Pencak Silat. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji-t pada taraf signifikansi alpha = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan bantingan kelompok eksperimen, di mana rata-rata skor meningkat dari 2,5 (pre-test) menjadi 5,7 (post-test) dengan gain score sebesar 3,2. Hasil uji-t independen menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 (p < 0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan mengangkat beban 45 kg terhadap peningkatan kemampuan bantingan pada atlet putra Pencak Silat Perisai Diri di Unit Wali Kota Kupang. Latihan ini efektif memicu adaptasi neuromuskuler dan meningkatkan explosive power otot tungkai dan lengan yang dibutuhkan untuk mengeksekusi teknik bantingan secara maksimal.

References

Bompa, T. O., & Buzzichelli, C. (2019). Periodization: Theory and Methodology of Training. Champaign, IL: Human Kinetics.

Lubisi, J. (2016). Panduan Praktis Melatih Pencak Silat. Jakarta: RajaGrafindo Persada. Notosoejitno. (1997). Khazanah Pencak Silat. Jakarta: Sagung Seto.

Sari, N. H., & Handayani, T. (2020). Efektivitas Latihan Kekuatan Eksentrik pada Otot Kaki Terhadap Peningkatan Daya Ledak dan Kualitas Gerakan Bawah (Takedown) pada Atlet Judo. Jurnal Kepelatihan Olahraga, 12(2).

Schoenfeld, B. J. (2021). Science and Development of Muscle Hypertrophy. Champaign, IL: Human Kinetics.

Stone, M. H., et al. (2021). Principles and Practice of Resistance Training. Human Kinetics.

Suchomel, T. J., et al. (2018). The Importance of Muscular Strength: Training Considerations. Sports Medicine, 48(4).

Sucipto. (2009). Pencak Silat: Sejarah, Teknik, dan Peraturan. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suwaryo. (2008). Wujud Kebudayaan dan Tata Kelakuan dalam Pencak Silat. Bandung: Rosda Karya.

Downloads

Published

2026-05-30

How to Cite

Kabosu, E. Y., Lengo, M. D., & Bili, L. D. (2026). PENGARUH LATIHAN MENGANGKAT BEBAN 45 KG TERHADAP KEMAMPUAN BANTINGAN PADA ATLET PUTRA PENCAK SILAT PERISAI DIRI DI UNIT WALI KOTA KUPANG. Jurnal Sport & Science 45, 8(1), 433–439. Retrieved from https://ejournal.upg45ntt.ac.id/jss/article/view/779