PENGARUH LATIHAN MENGANGKAT BEBAN 45 KG TERHADAP KEMAMPUAN BANTINGAN PADA ATLET PUTRA PENCAK SILAT PERISAI DIRI DI UNIT WALI KOTA KUPANG
Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya teknik bantingan sebagai penentu kemenangan dalam pertandingan pencak silat kategori tanding. Observasi awal di Unit Wali Kota Kupang menunjukkan kemampuan bantingan atlet putra belum maksimal karena kurangnya daya ledak otot spesifik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh latihan mengangkat beban 45 kg terhadap peningkatan kemampuan bantingan pada atlet putra Pencak Silat Perisai Diri di Unit Wali Kota Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasi-Experimental Design) dengan rancangan Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 20 atlet putra yang dibagi secara random menjadi kelompok eksperimen (n=10) dan kelompok kontrol (n=10). Kelompok eksperimen diberikan perlakuan berupa latihan mengangkat beban 45 kg menggunakan media modifikasi ban mobil secara terprogram selama periode latihan, sedangkan kelompok kontrol hanya menjalankan latihan konvensional. Instrumen yang digunakan adalah Tes Bantingan Spesifik Pencak Silat. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji-t pada taraf signifikansi alpha = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan bantingan kelompok eksperimen, di mana rata-rata skor meningkat dari 2,5 (pre-test) menjadi 5,7 (post-test) dengan gain score sebesar 3,2. Hasil uji-t independen menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 (p < 0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan mengangkat beban 45 kg terhadap peningkatan kemampuan bantingan pada atlet putra Pencak Silat Perisai Diri di Unit Wali Kota Kupang. Latihan ini efektif memicu adaptasi neuromuskuler dan meningkatkan explosive power otot tungkai dan lengan yang dibutuhkan untuk mengeksekusi teknik bantingan secara maksimal.
References
Bompa, T. O., & Buzzichelli, C. (2019). Periodization: Theory and Methodology of Training. Champaign, IL: Human Kinetics.
Lubisi, J. (2016). Panduan Praktis Melatih Pencak Silat. Jakarta: RajaGrafindo Persada. Notosoejitno. (1997). Khazanah Pencak Silat. Jakarta: Sagung Seto.
Sari, N. H., & Handayani, T. (2020). Efektivitas Latihan Kekuatan Eksentrik pada Otot Kaki Terhadap Peningkatan Daya Ledak dan Kualitas Gerakan Bawah (Takedown) pada Atlet Judo. Jurnal Kepelatihan Olahraga, 12(2).
Schoenfeld, B. J. (2021). Science and Development of Muscle Hypertrophy. Champaign, IL: Human Kinetics.
Stone, M. H., et al. (2021). Principles and Practice of Resistance Training. Human Kinetics.
Suchomel, T. J., et al. (2018). The Importance of Muscular Strength: Training Considerations. Sports Medicine, 48(4).
Sucipto. (2009). Pencak Silat: Sejarah, Teknik, dan Peraturan. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suwaryo. (2008). Wujud Kebudayaan dan Tata Kelakuan dalam Pencak Silat. Bandung: Rosda Karya.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Emanuel Yoseph Kabosu, Martina D. Lengo, Lukas D. Bili

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).





