PENGARUH PERKAWINAN PATRILIANISME TERHADAP PELESTARIAN WARISAN BUDAYA DI DESA MUKE KECAMATAN AMABI OEFETO TIMUR KABUPATEN KUPANG

Authors

  • Yopsi Yeri Yuleks Benu Universitas Persatuan Guru 1945 NTT
  • Omiano Sabu Universitas Persatuan Guru 1945 NTT
  • Temmy Ingunau Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk praktik patrilinealisme dalam adat perkawinan di Desa Muke; (2) mengetahui persepsi masyarakat adat terhadap peran gender dalam perkawinan yang dipengaruhi sistem patrilinealisme; (3) menganalisis upaya pelestarian perkawinan patrilinealisme terhadap warisan budaya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik snowball sampling. Informan adalah tokoh masyarakat berusia di atas 50 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk praktik patrilinealisme tercermin dalam penarikan garis keturunan mengikuti ayah, adat patrilokal, dominasi laki-laki dalam proses perkawinan (peminangan, negosiasi, penyerahan belis), serta hak waris utama pada anak laki-laki. Persepsi masyarakat menempatkan laki-laki sebagai kepala keluarga dan pengambil keputusan adat, sementara perempuan berada pada ranah domestik. Upaya pelestarian dilakukan melalui pendidikan nilai adat kepada generasi muda, pelibatan tokoh adat, konsistensi ritual, dan internalisasi budaya dalam keluarga.   Kata Kunci: Patrilinealisme, Warisan Budaya, Perkawinan Adat, Desa Muke

References

Badan Pusat Statistik Kabupaten Kupang. (2021). Laporan Demografi dan Sosial Ekonomi Desa di Kecamatan Amabi Oefeto Timur. Kupang: BPS Kabupaten Kupang.

Hendrawati, I. (2019). Perkawinan dalam Sistem Kekerabatan Patrilineal di Nusa Tenggara Timur: Studi Kasus di Desa Muke (Tesis Magister Antropologi). Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Koentajaraningrat. (2012). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

_____________. (2017). Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan.

Kurniawan, M. (2018). Pengaruh Sistem Patrilineal terhadap Struktur Keluarga dan Perkawinan di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya, 15(2), 123-134.

Lestari, S. (2020). Warisan Budaya Adat dalam Perkawinan Patrilineal: Studi Kasus di Desa Muke Kecamatan Amabi Oefeto Timur. Jurnal Kebudayaan dan Tradisi, 7(1), 45-57.

Margono. (2015). Pengembangan Masyarakat Mandiri. Malang: Universitas Negeri Malang.

Moleong, L. J. (2018). Metode Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sahlins, M. (2011). Kehidupan Sosial dan Kekerabatan dalam Masyarakat Patrilineal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Soekanto. (2017). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Wolff, R. (1997). Sistem Kekerabatan dan Budaya Adat di Nusa Tenggara Timur. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.

Yayasan Pelestarian Budaya Timor. (2022). Penelitian tentang Adat Istiadat dan Pengaruhnya terhadap Kehidupan Sosial Masyarakat Desa Muke Kecamatan Amabi Oefeto Timur. Kupang: Yayasan Pelestarian Budaya Timor.

Downloads

Published

2026-05-30

How to Cite

Benu, Y. Y. Y., Sabu, O., & Ingunau, T. (2026). PENGARUH PERKAWINAN PATRILIANISME TERHADAP PELESTARIAN WARISAN BUDAYA DI DESA MUKE KECAMATAN AMABI OEFETO TIMUR KABUPATEN KUPANG. Jurnal Sport & Science 45, 8(1), 409–413. Retrieved from https://ejournal.upg45ntt.ac.id/jss/article/view/774