PERAN MASYARAKAT SUKU KAESMETAN DALAM RITUAL ROGA DI DESA NETEMNANU UTARA KECAMATAN AMFOANG TIMUR KABUPATEN KUPANG

Authors

  • Dominika Anunut Universitas Persatuan Guru 1945 NTT
  • Melki Lalay Universitas Persatuan Guru 1945 NTT
  • Temy Ingunau Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Keywords:

Community role, Kaesmetan tribe, Roga ritual, culture, customs

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : (1) proses pelaksanaan ritual roga di Desa Netemnanu Utara, (2) peran masyarakat suku Kaesmetan dalam ritual roga, serta (3) makna dan nilai yang terkandung dalam ritual roga bagi masyarakat setempat. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Netemnanu Utara, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari tokoh adat, tokoh masyarakat, kepala suku,Generasi Muda,dan masyarakat yang terlibat langsung dalam pelaksanaan ritual roga. Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan informan, sedangkan data sekunder diperoleh melalui buku, jurnal, dokumen, dan sumber lain yang berkaitan dengan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual roga merupakan salah satu tradisi adat yang masih dipertahankan oleh masyarakat suku Kaesmetan sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan ungkapan syukur kepada Tuhan atas kehidupan dan hasil yang diperoleh masyarakat. Dalam pelaksanaannya, masyarakat memiliki peran yang sangat penting, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga penutupan ritual. Peran tersebut terlihat dalam kerja sama masyarakat, partisipasi aktif anggota suku, serta keterlibatan tokoh adat dalam memimpin jalannya ritual. Selain itu, ritual roga mengandung makna religius, sosial, budaya, dan nilai gotong royong yang mempererat hubungan kekeluargaan dan persatuan masyarakat di Desa Netemnanu Utara

References

Adisasmita, R. (2006). Pembangunan pedesaan dan perkotaan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Arikunto, S. (2006). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Arikunto, S. (2010). Metode pengumpulan data. Jakarta: Penebar Swadaya.

Arikunto, S. (2011). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Astuti Dwinigrum, S. I. (2011). Desentralisasi dan partisipasi masyarakat dalam membayar pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Darmadi, H. (2011). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mukti, F. N. D., & Achmad, Y. (2015). Dualisme penelitian normatif dan empiris. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Mustari, A. S. (2009). Hukum adat dulu, kini, dan akan datang. Makassar: Pelita Pustaka.

Sugiyanto. (2011). Metodologi penelitian. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Sujarweni, V. W. (2014). Metodologi penelitian untuk bisnis dan ekonomi. Yogyakarta: Pustaka Baru.

Tunanggor, R. (2014). Ilmu sosial dan budaya dasar. Jakarta: Prenadamedia Group.

Downloads

Published

2026-05-30

How to Cite

Anunut, D., Lalay, M., & Ingunau, T. (2026). PERAN MASYARAKAT SUKU KAESMETAN DALAM RITUAL ROGA DI DESA NETEMNANU UTARA KECAMATAN AMFOANG TIMUR KABUPATEN KUPANG. Jurnal Sport & Science 45, 8(1), 402–408. Retrieved from https://ejournal.upg45ntt.ac.id/jss/article/view/772