SEJARAH BERDIRINYA (LOPO AM HITU) DI DESA KOT’OLIN KECAMATAN KOT’OLIN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN
Abstract
Masalah pada penelitian ini adalah Bagaimana Sejarah Berdirinya Lopo Am Hitu . Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sejarah Berdirinya Lopo Am Hitu nama kampung Kot’olin . Metode yang digunakan adalah teknik historis, analisis yaitu sejarah dan interpretasi. Sumber data penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder yang diperoleh melalui wawancara, observasi, studi pustaka dan studi dokumen. Penentuan informan dilakukan dengan cara purposive sampling, yaitu awalnya peneliti hanya menentukan satu kunci informasi, setelah peneliti sampai di lapangan informasi yang di kembangkan berdasarkan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nama kampung Desa Kot'olin yang terletak di wilayah pegunungan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) merupakan bagian dari entitas budaya Suku Dawan (Atoni Meto). Secara historis, wilayah ini berada di bawah pengaruh Kerajaan Amanatun, salah satu kerajaan tertua di Pulau Timor. Nama "Kot'olin" sendiri berkaitan erat dengan sejarah persekutuan klan-klan (kanaf) yang mendiami wilayah tersebut sebagai benteng perlindungan adat. Kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya semakin berkembang walaupun keadaannya masih bersifat tradisional. Alam kehidupan sehari hari interasi masyarakat Desa Kot’olin yang dilakukan selalu berpedoman pada norma kesopanan, yaitu saling menghargai dan menghormati antara satu dengan yang lain. Kehidupan atau sumber mata pencaharian di Desa Kot’olin yaitu berladang, bertani dan beternak, budaya yang masih di jaga adalah budaya Oko mama siri pinang’.
References
Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar, (Cet. V, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2003.
Taneo M. Alienasi Budaya okomama dalam Pembangunan: Studi Pada Masyarakat Atoin Meto di Kabupaten Timor Tengah Selatan (Tesis), Unair, Surabaya, 2004.
Tim. Rumah Adat Lopo dan Demokrasi Masyarakat Atoni Atoin Meto, (Buletin Flamma) Edisi 20, Volume 10, Bulan Mei-Juni, IRE Press, Yogya.
Yunus, Nur Rohim. Restorasi Budaya Hukum Masyarakat Indonesia, Bogor: Jurisprudence Press, 2012.
Jurnal Lumintang. Juliana. “Pengaruh Perubahan Sosial Terhadap Kemajuan Pembangunan Masyarakat di Desa Tara-tara I.” Jurnal Acta Diurna, Volume IV, No. 2 (2015).
Syamsidar. “Dampak Perubahan Sosial Budaya Terhadap Pendidikan.” Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam, Volume 2, Nomor 1 (2015).
Hanifah, dkk. “Analisis Perubahan Sosial Budaya Masyarakat Desa Cihideung sebagai Desa Wisata.” Jurnal Sosietas, Volume 5, No. 2, (2016).
Zahrotunnimah, Zahrotunnimah; Yunus, Nur Rohim; Susilowati, Ida. "Rekonstruksi Teori Komunikasi Politik Dalam Membangun Persepsi Publik," dalam Jurnal Staatsrecht: Indonesian Constitutional Law Journal, Volume 2, Nomor 2 (2018).
Taneo, Malkisedek and Stevridan Yantus Neolaka. “Penguatan Pemahaman Tentang Fungsi dan nilai Nilai Rumah Adat Lopo bagi Masyarakat Adat Meto di Desa Mnelalete Kabupaten Timor Tengah Selatan untuk Memperkuat Pembelajaran Sejarah.” Kelimutu Journal of Community
Service (2022): n. pag. D.N.A.Benu, Esrah, Diana S.A.N Tabun and Yeftha Y. Sabaat. “Lopo sebagai Simbol Demokrasi Lokal pada Masyarakat Adat Atoin Pah Meto.” Sosial Simbiosis Jurnal Integrasi Ilmu Sosial dan Politik (2025): n. pag.
Manu, T. S., & Wonda, H. (2026). Rumah Adat Lopo: Tempat Berkumpul dan Belajar Nilai Persaudaraan. Jurnal Didaktik, 10(1), 78-92
Yosef, Y. Y. (2025). Lopo sebagai Simbol Demokrasi Lokal pada Masyarakat Adat Atoin Pah Meto:
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Once Benu; Omiano Sabu, Moses Kollo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).





