MAKNA DAN NILAI DARI TARIAN PERANG (SBO’OT MAEKAT) PADA MASYARAKAT SUKU DAWAN DI DESA TUMU KECAMATAN AMANUBAN TENGAH KABUPATEN TIMOR TENGAH
Abstract
Masalah pada penelitian ini adalah Bagaimana makna simbolis yang terkandung dalam gerakan, properti (pedang/parang), kostum, dan iringan musik dalam tarian perang (sbo’ot maekat) pada masyarakat Suku Dawan di Desa Tumu Kecamatan Amanuban Tengah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Apa saja nilai-nilai filosofis, etika dan sosiokultural yang di refleksikan dan diwariskan melalui Tarian Perang (Sbo’ot Maekat) bagi masyarakat Suku Dawan di Desa Tumu Kecamatan Amanuban Tengah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Bagaimana fungsi dan peran Tarian Perang (Sbo’ot Maekat) masih bertahan atau telah bergeser dalam konteks kehidupan sosial budaya masyarakat suku dawan di Desa Tumu Kecamatan Amanuban Tengah Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbolis, mengidentifikasikan nilai filosofis, dan menganalisis dan mendeskripsikan perubahan fungsi dan peran. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah etnografi, yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menginterpretasikan budaya, perilaku sosial, dan sistem nilai sesuai kelompok masyarakat. Sumber data yang digunakan penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder yang didapatkan melalui wawancara, observasi, studi pustaka dan studi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tarian perang (sbo’ot maekat) merupakan manifestasi fisik dan nilai kepahlawanan, harga diri, dan hubungan sacral dengan leluhur. Makna simbolis tarian ini tercermin melalui hentakan kaki sebagai simbol keteguhan hati para Meo, properti pedang (suni) yang melambangkan kedaulatan dan kehormatan laki-laki, kostum adat sebagai identitas martabat, dan iringan gong sebagai pemberi komando spiritual. Secara filosofis tarian ini merangkul nilai keberanian, nilai solidaritas, etika perhormatan serta kebersamaan melalui prinsip nekaf mese ansaof mese. Tarian ini untuk menyambut pahlawan dari medang perang, fungsi dan perangnya telah bergeser menjadi sarana seremonial.
References
Boas, F. (1955). Primitive Art. New York: Dover Publications. (Untuk teori ekspresi seni dalam budaya primitif/tradisional).
Gazalba, S. (1981). Pengantar Kebudayaan Sebagai Ilmu. Jakarta: Pustaka
Hendropuspito, J. (1989). Sosiologi Sistematik. Yogyakarta: Kanisius.
Jazuli, M. (2008). Paradigma Kontekstual Pendidikan Seni: UNNES University Press.(1994).
Telaah Teoritis Seni Tari. Semarang: IKIP Semarang Press.
Koentjaraningrat.(1985). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Aksara Baru (1990). Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Jakarta: Rineka Cipta. (2002).Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Mahjunir, H.(1967). Mengenal Pokok-Pokok Antropologi dan Kebudayaan. Jakarta: Bharata.
Meleong, L.J. (2007). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya (2017).
Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: Remja Rosdakarya
Miles, M.B., dan Huberman, A.M. (1994). Qualitative Data Analysis. Thousand Oaks: Sage Publications.
Muryanto.(2018). Mengenal Seni Tari Indonesia. Semarang: PT. Bengawan Ilmu.
Patton. M. Q (2002). Qualitative Research and Evaluation Methods. Thousand Oaks: Sage Publications.
Satori, D. dan Komariah, A. (2012). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta. Sedyawati, E. (1981). Pertumbuhan Seni Pertunjukan. Jakarta: Sinar Harapan.
Sairin, S. (2002).Perubahan Sosial Masyarakat Indonesia. Yogyakarta: PT. Pustaka Pelajar.
Soedarsono, R. M (1986).Pengantar Pengetahuan Tari dan Komposisi dalam pengetahuan
Elementer Tari dan Beberapa Maslah Tari. Jakarta: Direktorat Kesenian Proyek
Pengembangan Kesenian Jakarta.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1998). Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi,
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (2002). Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Perss.
Soekanto, S. (1990). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif,dan R&D).Bandung: CV Alfabeta.
Turner, V. (1969). The Ritual Process: Structure and Anti-Structure. Chicago: Aldine Publishing. (Untuk membedah makna simbolis dan ritual tarian perang).
Zed, M. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Irianti Tse; Moses Kollo, Diana Rohi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).





