MAKNA ( PUAH MANUS ) SIRIH PINANG DALAM TRADISI BUDAYA PERNIKAHAN ADAT SUKU TIMOR DI KELURAHAN MANULAI II KOTA KUPANG
Abstract
Penelitian ini dengan judul: Makna Sirih Pinang Dalam Tradisi Pernikahan Adat Suku Timor Di Kelurahan Manulai II Kota Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna sirih pinang dalam tradisi budaya pernikahan adat Suku Timor di Kelurahan Manulai II Kota Kupang. Untuk mendeskripsikan peran sirih pinang dalam setiap tahapan pernikahan adat di Kelurahan Manulai II Kota Kupang. Untuk mengidentifikasi nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan dua informasi serta dokumentasi lapangan. Dengan rumusan masalah (1) Apa saja makna sirih pinang dalam setiap tahapan pernikahan adat Suku Timor di Kelurahan Manulai II Kota Kupang? (2) Bagaimana peran dan fungsi sirih pinang dalam setiap tahapan pernikahan adat dalam tradisi budaya Suku Timor di Kelurahan Manulai II Kota Kupang? (3) Nilai-nilai apa budaya apa yang terkandung dalam penggunaan sirih pinang pada pernikahan adat Suku Timor di Kelurahan Manulai II Kota Kupang? Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sirih pinang memiliki makna sebagai simbol pembuka komunikasi, mengikat hbungan kekeluargaan, serta tanda keseriusan dan penghhormatan dalam setiap tahapan pernikahan adat, mulai dari tahap perkenalan napela bale (simpan barang), hingga tahap peminangan, selain itu sirih pinang juga mengandung nilai-nilai budaya seperti nilai keagamaan, kekeluargaan, sosial, dan musyawarah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sirih pinang bukan hanya sebagai pernikahan adat, tetapi merupakan simbol budaya yang memiliki makna filosofis dalam memperkuat hubungan sosial dan melestarikan tradisi masyarakat Suku Timor.
References
Alex, Sobur. (2004). Semiotika Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Badudu, J. Sdan Zain Sultan Mohammad. (1996). Kamus Umum Bahasa Indonesia.
Berger, ArturAsa. 2004. Tanda-tanda dalam Kebudayaan Kontemporer. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Chaer Abdul. (1994). Linguistik Umum.Jakarta: Rineka Cipta
Departemen Pendidikan Nasional. (2000). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Edisi ke-3. Jakarta
Djajasudarma, Fatimah. (2013). Semantik 2 Relasi Makna, Paradigmatik, Sintagmatik, dan Derivasional. Bandung: PT Refika Aditama
Endraswara, Suwadi. 2013 Metodologi Penelitian Kebudayaan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
Gunawan H Ary. (2000). Sosiologi Pendidikan Suatu Analisis Sosiologi Tentang Pelbagai Problem Pendidikan, Rineka Cipta, Jakarta.
Hardani,dkk. (2020). Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Yogyakarta: CV. Pustaka Ilmu Grup
Indra, T., Sri, A., Hosnol, W. (2020). Pengantar Teoridan Metode Penelitian Budaya.
Irmawati. (2018). Tradisi SosialA’Panai’Leko’ Dalam Acara Pernikahan Masyarakat Borongkayua Kabupaten Gowa. Universitas Muhammadiyah Makassar.
Kadorre, PongsibanneH.Leba. (2017). Islam dan Budaya Local. Kaukaba Dipantara.
LiliweriAlo. (2003). Dasar-Dasar Komunukasi Antar Budaya. Yogyakarta.
Miles, M. B. , & Huberman, A. M. (1922). Analisis data kualitatif. Jakarta: UI Press
Murtiadji, R.S.S dan R. Suwardanidjaja. (2012). Tata rias gaya pengantin gaya yogyakarta. Jakarta. PT. Gramedia PustakaUtama.
Nayuf Henderikus. (2022). Tradisi MakanSirih Sebagai Model Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal Di Kelurahan Niki-Niki, Kabupaten Timor Tengah Selatan – Ntt. Sekolah Tinggi Teologi Intim Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia.
Pena Ema, Neriyanti, (2021). Tradisi mamat dalam membangun relasi sosial keagamaan di Naikolan provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS). 1 (1), Agustus 2021
Reusen, Van. (1922). Perkembangan Tradisi dan Kebudayaan Masyarakaat. Bandung: Taristo.
Sagala Syaiful. (2013). Memahami Organisasi Pendidikan: Budaya dan Reinveinting Organisasi Pendidikan (Bandung: Alfabeta).
Soekanto, Soerjono. (1990). Sosiologi Suatu Penganta. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sudaryanto. (1993). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan Secara Liungistik. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.
Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitafi kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2014). Memahami penelitian kualitatif. Bandung: CV Alfabeta.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung: alfabeta
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kombinasi (mixed methods). Bandung: CV Alfabeta.
Suminar Erna (2020). Simbol dan Makna Sirih Pinang Pada Suku Atoni Pah Meto Di Timor Tengah Utara. Universitas Kebangsaan Republik Indonesia.
Surahmad, Winarno. (1997). Pengantar Penelitian Ilimiah Dasar Metode dan Teknik. Bandung: Tarsito.
Sztompka Piotr. (2007). Sosiologi Perubahan Sosial, (Jakarta: Prenada Media Grup).
Tiumlafu Yane (2022). Makna Mamat Bagi Masyarakat Atoin Meto (Studi Kasus Tentang Makna Sirih Pinang Sebagai Pemersatu Keluarga Di Desa Sapnala, Kecamatan Kokbaun, Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Touwely Serly A. Ch,. Kakiay, K., Makulua. (2020). Sirih Pinang Sebagai Simbol Pemersatu Keluarga (Suatu Kajian Pemaknaan Budaya Sirih Pinang Dalam Konteks Masyarakat Riring, Kecamatan Taniwel). Institut Agama Kristen Negeri Ambon.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Delvi Nombala; Omiano Sabu, Moses Kollo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).





