Peran Masyarakat Dalam Mempertahankan Tarian Bidu Insana di Kecamatan Insana Fafinesu Kabupaten Timor Tengah Utara
Abstract
Tarian Bidu merupakan salah satu warisan budaya takbenda yang khas dari masyarakat Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Tarian ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga memiliki makna sosial dan ritual, seperti dalam penyambutan tamu terhormat dan prosesi adat perkawinan. Di tengah arus modernisasi, keberlanjutan Tarian Bidu menghadapi tantangan regenerasi dan perubahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran aktif masyarakat, khususnya tokoh adat, sanggar seni, dan generasi muda dalam mempertahankan Tarian Bidu Insana dari kepunahan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif pada acara-acara adat, wawancara mendalam dengan tokoh adat Insana, pemuda, serta pelaku seni, dan studi dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Insana memiliki peran yang krusial dalam pelestarian Tarian Bidu melalui tiga bentuk partisipasi aktif(1) Upaya Perlindungan (Preservation): Masyarakat tetap menggunakan Tari Bidu dalam setiap acara adat dan keagamaan untuk menjaga keaslian gerak dan nilai filosofisnya.(2) Upaya Pewarisan (Transmission): Adanya inisiatif dari para orang tua dan sanggar seni di tingkat desa untuk mengajarkan teknik menari Bidu kepada generasi muda (anak-anak dan remaja). (3) Upaya Pengembangan (Development): Masyarakat, melalui sanggar-sanggar seni, mulai menyajikan Tarian Bidu pada kegiatan festival kebudayaan dan kompetisi tingkat daerah (seperti lomba yang diadakan Polres TTU) untuk meningkatkan daya tarik di era modern.
Kesimpulannya, peran masyarakat yang aktif, didukung oleh kesadaran adat yang tinggi, menjadi faktor utama yang mempertahankan eksistensi Tarian Bidu Insana. Kendala utama terletak pada kurangnya dukungan sarana prasarana penunjang dan dokumentasi digital yang masih terbatas.
References
Cahyono, Habib. "Peran mahasiswa di Masyarakat." De Banten-Bode: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Setiabudhi 1.1 (2019): 32-41.
Freitas, Belarmino, et al. "Deskripsi tari bidu ailos." (1992).
Hadi, Y. Sumandiyo. Revitalisasi Tari Tradisional. Dwi-Quantum, 2018.
Hassan, Mohamad Mokhtar Abu. "Sejarah, Definisi, Konsep dan Prinsip Pendekatan Pengurusan: History, Definitions, Concepts and Principles Management Approach." PENDETA 13.1 (2022): 1-10.
Hidayah, Nurul. "Penanaman nilai-nilai karakter dalam pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar." TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar 2.2 (2017): 190-204.
Khutniah, Nainul, and Veronica Eny Iryanti. "Upaya Mempertahankan Eksistensi Tari Kridha Jati Di Sanggar Hayu Budaya Kelurahan Pengkol Jepara." Jurnal Seni Tari 1.1 (2012).
Lail, Jamalul. "Belajar tari tradisional dalam upaya meletarikan tarian asli indonesia." AJIE (Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship) 4.2 (2015): 102-104.
Marli, Suhardi. "Sejarah dan pendidikan sejarah." Jurnal Cakrawala Kependidikan 9.2 (2020).
MISA, APRIS JOHAN. "Tarian Bidu: Sebagai Pesona Budaya Timor Yang Mendalam Di Kabupaten Timor Tengah Utara,(NTT)."
Sandi, Noviea Varahdilah. "Pembelajaran seni tari tradisional di sekolah dasar: array." DIALEKTIKA Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Dasar 8.2 (2018): 147-161.
Seran, Finda Ernika. MAKNA GERAK TARI BIDU DI MASYARAKAT DESA SESERAI, KECAMATAN WEWIKU, KABUPATEN MALAKA. Diss. Universitas Timor, 2024.
Jurnal: Lail, Jamalul. "Belajar tari tradisional dalam upaya meletarikan tarian asli indonesia." AJIE (Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship) 4.2 (2015): 102-104.
Buku: Z.M. Hidayat. (1976). Kebudayaan suku-suku Bangsa di Nusa Tenggara Timur.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yanuarius Kaauni, Omiano Sabu; Moses Kollo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).





