UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH MELALUI METODE INKUIRI DI KELAS X SMA NEGERI SANTIAN

Authors

  • Marelda Banunaek Universitas Persatuan Guru 1945 NTT
  • Temy Ingunau Universitas Persatuan Guru 1945 NTT
  • Omiano Sabu Universaitas Persatuan Guru 1945 NTT

Abstract

Keaktifan siswa merupakan komponen krusial dalam mendukung keberhasilan pembelajaran sejarah, karena sejarah menuntut kemampuan berpikir kronologis dan analisis kausalitas. Namun, hasil observasi awal di SMA Negeri Santian menunjukkan tingkat keaktifan siswa kelas X masih tergolong sangat rendah (9,1%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan belajar sejarah melalui penerapan metode pembelajaran Inkuiri.  Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & McTaggart dengan subjek 22 siswa kelas X dan 1 guru sejarah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, kuesioner (angket), dan dokumentasi. Kondisi awal keaktifan siswa sangat rendah dengan pembelajaran berpusat pada guru (teacher-centered). Setelah diterapkan metode Inkuiri secara sistematis melalui tahap orientasi, perumusan masalah, pengumpulan data, hingga penarikan kesimpulan, terjadi peningkatan signifikan. Siklus I mencapai 40,9% (kategori cukup aktif), dan Siklus II meningkat drastis hingga 86,4% (kategori sangat aktif). Siswa menunjukkan peningkatan keberanian bertanya, kemampuan analisis sumber sejarah, dan partisipasi dalam diskusi. Metode pembelajaran Inkuiri efektif, menyenangkan, dan mudah diterapkan untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran sejarah.  Guru sejarah disarankan menggunakan metode Inkuiri secara rutin untuk melatih keterampilan berpikir historis (historical thinking) siswa.

References

Arikunto, S. (2015). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Dierich, Paul D. (2010). Aktivitas Belajar (Terjemahan Nasution). Jakarta: Bumi Aksara.

Kemmis, S., & McTaggart, R. (1988). The Action Research Planner. Victoria: Deakin University.

Lestari, S., & Widodo, P. (2022). Hubungan Aktivitas Fisik dan Tingkat Kebugaran Jasmani pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Ilmu Keolahragaan, 7(1), 12-19.

Nasution, S. (2010). Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Putra, dkk. (2024). Efektivitas Metode Inkuiri dalam Pengembangan Keterampilan Berpikir Historis. Jurnal Pendidikan Sejarah, 8(2), 145-153.

Ramadhan. (2021). Struktur dan Operasional Metode Inkuiri dalam Pembelajaran. Jakarta: Grafika.

RL Banu, 2025 Dari Hati ke Kelas: Strategi Membangun Sekolah yang Emosional Sehat. Jurnal Sport & Science 45 7 (1), 22-29.

https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=4r_FhgoAAAAJ&citation_for_view=4r_FhgoAAAAJ:zYLM7Y9cAGgC

Sardiman, A.M. (2007). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Trianto. (2011). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana.

Wiriaatmadja, R. (2008). Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Wulandari. (2025). Reposisi Peran Pendidik dalam Metode Student Centered Learning. Jurnal Pedagogi, 10(1), 23-31.

Downloads

Published

2026-05-30

How to Cite

Banunaek, M., Ingunau, T., & Sabu, O. (2026). UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH MELALUI METODE INKUIRI DI KELAS X SMA NEGERI SANTIAN. Jurnal Sport & Science 45, 8(1), 256–261. Retrieved from https://ejournal.upg45ntt.ac.id/jss/article/view/735