TRADISI PENGGUNAA N TO’IS (SANGKAKALA) BAGI MASYRAKAT DI DESA NOEMUKE KECAMATAN AMANUBAN SELATAN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

Authors

  • Sofia Nuban Universitas Persatuan Guru 1945 NTT
  • Reky Banu Universitas Persatuan Guru 1945 NTT
  • Oktoviana Meluk

Abstract

Masalah pada penelitian Dalam peristiwa atau upacara adat, apa saja To'is (Sangkakala) wajib digunakan, dan apa peran spesifiknya dalam upacara tersebut? Bagaimana perkembangan dan perubahan dalam tradisi penggunaan To'is (Sangkakala) dari masa lalu hingga saat ini, terutama di tengah arus modernisasi dan pengaruh agama? Tujuan masalah mengetahui peristiwa atau upacara adat apa saja To'is (Sangkakala) wajib digunakan, dan apa peran spesifiknya dalam upacara tersebut. Mengtahui perkembangan dan perubahan dalam tradisi penggunaan To'is (Sangkakala) dari masa lalu hingga saat ini, terutama di tengah arus modernisasi dan pengaruh agama. Sumber data penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder yang diperoleh melalui wawancara, observasi, studi pustaka dan studi dokumen. Penentuan informan dilakukan dengan cara snowball sampling, yaitu peneliti yang menentukan informan kunci untuk diwawancarai kemudian informan kunci memberikan jalan kepada peneliti untuk memperdalam data dengan mewawancarai informan lain yang memiliki pengetahuan yang berkaitan dengan masalah penelitian. Hasil penelitian Awal mula adanya alat tiup To’is (sangkakala) di Desa Noemuke. Alat tiup ini sudah ada sejak zaman kuno dan To’is atau yang dibahasabakukan dengan kata Sangkala sudah tercatat dengan rapi dalam Kitab Suci ALKITAB. Jadi masyarakat menggunakan To’is ini sebagai alat panggilang atau tanda untuk memanggil jemaaat yang berkumpul di gereja dan beribadah. To’is (sangkakala) bukan saja digunakan untuk memanggil jemaat ke Gereja, tetapi digunakan sebagai panggilan beribadah rumah tangga dan juga memberitahukan orang meninggal. Alam interaksi di desa Noemuke yang dilakukan selalu berpedoman pada norma kesopanan, yaitu saling menghargai antara satu dengan yang lain. Kehidupan ekonomi atau sumber mata pencaharian desa Noemuke yaitu bertani, beternak.

References

A Rafiq. (2020). Dampak Media Sosial Terhadap Perubahan Sosial Suatu Masyarakat. Global Komunika, 1(1)

Bungin, Burhan. (2006). Sosiologi Komonikasi. Jakarta: Kancana-Prenada Media Group.

Burges, R.G (1982). Field Research: a Sourcebook and Field Manual. London Unwin Hyman

Coomans, Mikhail. 1987. Manusia Daya Dahulu, Sekarang, Masa Depan. Jakarta: PT Gramedia.

Endraswara, Suwardi. 2006. Metodologi Penelitian Kebudayaan. Yogyakarta: Gajah Mada Univesity Press

Koentjaraningrat. 1974. Pengantar Antropologi. Jakarta: Aksara Baru

Margono. 2005. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

Nasution, S. 2003. Penelitian Naturalistic Kualitatif. Bandung Tarsito

Poespowardoyo, Soerjanto. 1977. Strategi Kebudayaan. Jakarta: Badan Pembinaan Hukum Nasional.

Rulli, Nasrullah. 2012. Komunikasi Antar Budaya di era budaya siber, Jakarta: Kencana.

Setiadi, Elly M. dkk. 2006. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Jakarta: PT Fajar Interpratama Mandiri.

Soekanto Soerjono. 2007. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali

……………………2009. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Syofian. 2012. Statistika Deskriktif Untuk Penelitian. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Downloads

Published

2026-05-30

How to Cite

Nuban, S., Banu, R., & Meluk, O. (2026). TRADISI PENGGUNAA N TO’IS (SANGKAKALA) BAGI MASYRAKAT DI DESA NOEMUKE KECAMATAN AMANUBAN SELATAN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN. Jurnal Sport & Science 45, 8(1), 248–255. Retrieved from https://ejournal.upg45ntt.ac.id/jss/article/view/733