MELESTARIKAN SAU NIKI: MENGGALI MAKNA DAN RELEVANSI TRADISI PANEN KELELAWAR PADA MASYARAKAT TOHELETEN DALAM KONTEKS MODERNISASI
Abstract
Tradisi Sau Niki yang dijalankan oleh masyarakat Suku Toheleten di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, bukan hanya kegiatan berburu kelelawar, tetapi juga ritual adat yang sarat makna. Artikel ini bertujuan mengidentifikasi makna tradisi Sau Niki dan mengkaji tantangan pelestariannya dalam konteks perubahan sosial dan modernisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi, melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) makna Sau Niki melampaui aktivitas panen kelelawar semata; ia mencerminkan kosmologi leluhur yang hidup dalam praktik ritual, solidaritas komunal yang terbangun melalui gotong royong, serta prinsip konservasi alam berbasis adat, (2) tradisi Sau Niki menghadapi tantangan serius akibat pergeseran nilai budaya, pengaruh agama formal, dan komodifikasi budaya di era modern. Untuk menjaga keberlanjutannya, diperlukan pelibatan aktif generasi muda, pendidikan budaya kritis, dan sinergi antara masyarakat adat, pemerintah, serta akademisi agar tradisi ini tetap hidup sebagai bagian dari identitas dan panduan hidup komunitas.
References
Amelia, R. (2024). Adaptasi budaya masyarakat adat terhadap perubahan ekologi. Jurnal Antropologi Ekologi, 12(1), 45–60.
Bahri, S. (2021). Ritual dan konservasi lingkungan dalam masyarakat adat Indonesia. Jurnal Ekologi Sosial, 9(1), 77–89.
Damaledo, J. (2022). Kehidupan spiritual dan solidaritas komunitas dalam ritual masyarakat Timor. Jurnal Antropologi Budaya, 14(2), 132–145.
Devi, A. D., & Roibin, R. (2023). The role and function of myths for religion in everyday life. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 12(2), 143–158.
Falvey, L. (2020). Preserving intangible cultural heritage through education. UNESCO Education Journal, 34(1), 87–98.
Gual, Y. A. (2024). Menggali makna pesan mitos dalam tradisi Sau Niki: Komunikasi simbolik dalam budaya lokal. Jurnal Communio, 13(2), 277–293.
Ismail, R. (2022). Pengetahuan Lintas Generasi dan Konservasi Spiritual: Perspektif Ritual dalam Konteks Modern. Jurnal Studi Budaya, 15(2), 101-115.
Kusuma, H., & Hartati, N. (2022). Revitalisasi budaya lokal sebagai strategi pelestarian identitas di era globalisasi. Jurnal Sosial dan Budaya, 9(1), 45–60.
Laverty, T. M., et al. (2021). Listening to bats: Namibian pastoralists’ perspectives on bat conservation. Journal of Ethnobiology, 41(1), 94–109.
Lede, D., & Manu, P. (2022). Ritual adat sebagai resistensi budaya di tengah arus modernisasi. Jurnal Antropologi Indonesia, 43(3), 210–225.
Mariana, L., & Taek, B. (2023). Pengetahuan lokal dan pelestarian lingkungan dalam praktik adat masyarakat Belu. Jurnal Sosiologi Nusantara, 5(1), 25–38.
Mulyadi, H., & Astuti, R. (2023). Kearifan lokal dan pendidikan lingkungan berbasis budaya. Jurnal Pendidikan Nusantara, 15(1), 77–89.
Mulyana, D. (2017). Ilmu komunikasi: Suatu pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nur, M. (2021). Teori ekologi budaya dalam studi masyarakat tradisional. Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya, 18(2), 133–149.
Purwanto, A. (2023). Komodifikasi budaya dalam pariwisata modern: Antara pelestarian dan eksklusi makna. Jurnal Pariwisata Budaya, 5(2), 121–134.
Rahmat, H., & Widodo, S. (2023). Ekosistem budaya dalam ritual masyarakat adat: Studi kasus di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Ekologi Sosial, 11(1), 33–50.
Setiawan, R. (2022). Wisata budaya berbasis komunitas sebagai strategi pembangunan berkelanjutan. Jurnal Pariwisata dan Lingkungan, 10(2), 65–78.
Smith, J. Z., Bolle, K. W., & Buxton, G. A. R. (2024). Myth and modern identity: Cultural persistence in contemporary societies. Cultural Studies Review, 18(1), 101–117.
Tan, K., & Yuliani, T. (2023). Representasi budaya lokal dalam kebijakan publik: Antara substansi dan simbolisme. Jurnal Kebijakan dan Budaya, 7(2), 55–70.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Sport & Science 45

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).





