EVALUASI PEMBERIAN MAKANAN BERGIZI TERHADAP PERTUMBUHAN ANAK USIA DINI 0-5 TAHUN DI PUSKESMAS SONRAEN AMARASI SELATAN

Authors

  • Soviyati Naomi Tnunayl UNIVERSITAS PERSATUAN GURU 1945 NTT

Abstract

Masalah dalam penelitian ini untuk memahami tantangan, dalam pelaksanaan pemberian makanan bergizi di puskesmas untuk pertumbuhan anak usia dini. Berkaitan  dengan permasalah diatas maka, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan tujuan  untuk memastikan bahwa anak-anak menerima asupan gizi yang sesuai dengan kebutuhan pertumbuhannya. Metode yang digunakan  dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan  kualitatif . Teknik pengumpulan data  dalam penelitian ini  adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Jumlah populasi yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 23 orang .  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian makanan bergizi berdampak positif terhadap pertumbuhan anak usia dini.Berdasarkan  hasil penelitian ini , Peneliti menyimpulkan  bahwa, Pelayanan Puskesmas pemberian makananbergizi melalui program Puskesmas Sonraen berdampak positif terhadap pertumbuhan anak usia dini. Adapun keterbatasan peneliti yang di alami  adalah pengambilan surat penelitian 

References

Almatsier, S. (2009). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Astuti, R. (2020). Efektivitas Edukasi Gizi Terhadap Pengetahuan Ibu di Posyandu. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 15–23.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Pedoman Pelayanan Gizi di Puskesmas. Jakarta: Kemenkes RI.

Grantham-McGregor, S. M., Cheung, Y. B., Cueto, S., Glewwe, P., Richter, L., & Strupp, B. (2007). Developmental potential in the first 5 years for children in developing countries. The Lancet, 369(9555), 60–70.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Standar Antropometri Anak. Jakarta: Kemenkes RI.

Kothari, C. R. (2004). Research Methodology: Methods and Techniques (2nd ed.). New Delhi: New Age International Publishers.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: Kemenkes RI.

Lestari, M., & Handayani, T. (2022). Intervensi PMT Lokal Berbasis Pangan Daerah di Lombok. Jurnal Gizi dan Pangan Lokal, 5(2), 47–55.

Lozoff, B., Beard, J., Connor, J., Barbara, F., Georgieff, M., & Schallert, T. (2006). Long-Lasting Neural and Behavioral Effects of Iron Deficiency in Infancy. Nutrition Reviews, 64(5 Pt 2), S34–S43.

Maslow, A. H. (1943). A Theory of Human Motivation. Psychological Review, 50(4), 370–396.

Nursalam, N., Eko, E., & Tandiari, A. (2021). Hubungan Pola Asuh dan Gizi Balita di NTT. Jurnal Kesehatan Terpadu, 6(2), 29–36.

Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Polit, D. F., & Beck, C. T. (2017). Nursing Research: Generating and Assessing Evidence for Nursing Practice (10th ed.). Philadelphia: Wolters Kluwer.

Piaget, J. (1964). Cognitive Development in Children: Piaget. Journal of Research in Science Teaching, 2(3), 176–186.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sari, D., Nugroho, S. R., & Putri, E. (2019). Pengaruh PMT terhadap Status Gizi Balita di Kabupaten Sleman. Jurnal Gizi Indonesia, 7(3), 120–128.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

UNICEF. (1990). Strategy for Improved Nutrition of Children and Women in Developing Countries. New York: UNICEF.

World Health Organization (WHO). (2020). Infant and Young Child Feeding. Geneva: WHO.

Yuliani, S. (2018). Peran Kader Posyandu dalam Deteksi Dini Gizi Buruk. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nusantara, 3(1), 55–62.

Downloads

Published

2025-06-01

How to Cite

Naomi Tnunayl , S. (2025). EVALUASI PEMBERIAN MAKANAN BERGIZI TERHADAP PERTUMBUHAN ANAK USIA DINI 0-5 TAHUN DI PUSKESMAS SONRAEN AMARASI SELATAN. Jurnal Sport & Science 45, 7(1), 466–472. Retrieved from https://ejournal.upg45ntt.ac.id/jss/article/view/481