Upacara Pembuataan Rumah Adat Suku Lamunde Kampung Wanno Lamunde Desa Karuni Kabupaten Sumba Barat Daya

Authors

  • Alfianus Adolf Dedo Universitas Persatuan Guru 1945 Nusa Tenggara Timur

Keywords:

Upacara pembuatan rumah adat, suku lamunde, sumba barat daya, nilai budaya

Abstract

 Penelitian ini mengkaji Upacara Pembuatan Rumah Adat Suku Lamunde di Kampung Wanno Lamunde, Desa Karuni, Kabupaten Sumba Barat Daya. Tujuan utama studi ini adalah untuk mendeskripsikan secara komprehensif latar belakang, proses, fungsi, dan nilai-nilai yang terkandung dalam upacara tersebut. Pengambilan data dilakukan dengan teknik purposive sampling, dengan informan kunci yang dipilih adalah tua adat dan tokoh masyarakat berusia 50 tahun ke atas yang dianggap kredibel, sehat jasmani dan rohani, berpengalaman, dan selalu terlibat dalam pelaksanaan upacara. Sumber data yang digunakan meliputi data primer yang diperoleh melalui wawancara dan observasi, serta data sekunder dari kepustakaan dan dokumen terkait. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang upacara pembuatan rumah adat Suku Lamunde berakar pada pemahaman masyarakat bahwa rumah adat adalah bagian esensial dari budaya dan kehidupan mereka, serta merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur. Proses pelaksanaan upacara ini sangat memperhatikan tahapan penting agar tidak menyimpang dari adat istiadat yang berlaku dan menghindari kemarahan leluhur yang diyakini dapat menimbulkan penyakit. Tahap-tahap tersebut meliputi persiapan (musyawarah, mufakat, serta pengadaan alat dan bahan), pelaksanaan (dimulai dengan Buru di mama da’mate [penurunan atau pengeluaran barang sakral], Tatara umma, pazigo geli [pembongkaran rumah adat lama dan pembersihan], Pakede pari’i tilu [pembuatan tiang tengah/rangka utama], Pakede tokona karabona karagana [pembuatan rangka menara dan pemasangan balok nok], Padua katonga, korona [pembuatan bale-bale dan pembagian ruang/kamar], Tauge ro’o na [pemasangan seng aap], Ngokotage umma, tau ge rabuka [pemasangan dan pembuatan tempat tungku/masak], dan Boti i’umma [pengembalian atau pemasukan kembali isi rumah]), dan diakhiri dengan tahap penyempurnaan (pawaana kalere) untuk mengoreksi kesalahan yang mungkin terjadi selama proses. Fungsi rumah adat ini mencakup aspek sosial dan relijius. Sementara itu, nilai-nilai yang terkandung dalam upacara pembuatan rumah adat Suku Lamunde meliputi nilai religius, persatuan, gotong royong, historis, edukasi, dan estetika.

References

Arimbi, K. R. 2017. Rumah Adat Indonesia. Jakarta: Badan Pengembangan Dan

Pembinaan Bahasa.

Banu, Ri, dkk. 2024. Pendidikan Multikultural. Jurnal Ciencias: Penelitian dan

Pengembangan Pendidikan halaman 66-76.

Baker, 1984. Ilmu Budaya Dasar: Suatu Pengantar. Refika Aditama

Bria. 2004. Nilai-Nilai Tetun. Malaka

Boro, Lete Paulus. 1995. Pasola permainan Ketangkasan Berkuda Lelaki Sumba Nusa

Tenggara Timur. Indonesia obor. Jakarta

Carsten, Jane and Sthepen Hugh Junes, 1955. Abaut The Hous Live Straus Add Boyond.

London : Combridge Universiti Press

Chaer. 2007. Lingkungan Umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Depdilkbud 1989. Pendidikan dan kebudayaan di Indonesia (hal. 38). Jakarta: Departemen

Pendidikan dan Kebudayaan.

Jusuf, Daode. 1977. Pendidikan kebudayaan Pembentukan Manusia. Sekretarian

Musyawara Perguruan Swasta, Jakarta Pusat

Iskandar. 2008. Metodologi Penelitian Dan Sosial (Kualitatif Dan Kuantitatif). Jakarta

Gang persada Pers

Koentjaraningrat. 2015. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Koentjaraningrat. 1965. Pengantar Antropologi. Jakarta: Penerbit Universitas Kuswarno,

Engkus. 2011. Metode Penelitian Koomunikasi Entnografi (Suatu Pengantar Dan Contoh Penelitiannya). Banduung : Widya Padjajaran.

Koentjaraningrat. 1967. Beberapa Pokok Antropoologi Sosial. Dian Rakyat. Jakarta

Koentjaraningrat. 1974. Kebdayaan Mentalitas Dan Pembangunan. Jakarta : Gramedia

Koentjaraningrat. 1974. Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Jakarta Dian Rakyat

Koentjaraningrat. 1981. Kebdayaan Mentalitas Dan Pembangunan. Jakarta : Gramedia

Koentjaraningrat. 1990. Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Jakarta Dian Rakyat

Koentjaraningrat. 2002. Pengantar Ilmu Antropologi. PT. Rineka Cipta, Jakarta.

Margono. 2005. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta

NotoSusanto. Nugroho. 1964. Hakekat Sejarah Dan Azas-Azas Metode Sejarah Jakarta.

Pusat Sejarah Angkatan Bersejarah.

Pateda, M. 2001. Keaaneka ragaman Budaya Indonesia. Bandung: Alfabeta

Seran, Herman Josef. Ema Tetun 2007. Kupang : Gita Kasih

Soekanto S.A. Basuki. 1981. Antropologi Budaya. Jakarta: Departemen Pendidikan Dan

Kebudayaan

Soekmono, R.S. 1973. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia I. Yogyakarta : Kanisius

Soleman, Munandar. 2010. Ilmu Budaya Dasar. Bandung: Rafika Aditima.

Sujarwa. 2010. Ilmu sosial Dan Budaya Dasat Manusia Fenomena Sosial Budaya.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar..

Suryana, Yaya & Rusdiana H. A. (2015). Pendidikan Multikultural, Konsep-Prinsip

Implementasi. Bandung: Pustaka Setia.

Downloads

Published

2025-05-31

How to Cite

Dedo, A. A. (2025). Upacara Pembuataan Rumah Adat Suku Lamunde Kampung Wanno Lamunde Desa Karuni Kabupaten Sumba Barat Daya. Jurnal Sport & Science 45, 7(1), 300–309. Retrieved from https://ejournal.upg45ntt.ac.id/jss/article/view/401