Upacara Pembuataan Rumah Adat Suku Lamunde Kampung Wanno Lamunde Desa Karuni Kabupaten Sumba Barat Daya
Keywords:
Upacara pembuatan rumah adat, suku lamunde, sumba barat daya, nilai budayaAbstract
Penelitian ini mengkaji Upacara Pembuatan Rumah Adat Suku Lamunde di Kampung Wanno Lamunde, Desa Karuni, Kabupaten Sumba Barat Daya. Tujuan utama studi ini adalah untuk mendeskripsikan secara komprehensif latar belakang, proses, fungsi, dan nilai-nilai yang terkandung dalam upacara tersebut. Pengambilan data dilakukan dengan teknik purposive sampling, dengan informan kunci yang dipilih adalah tua adat dan tokoh masyarakat berusia 50 tahun ke atas yang dianggap kredibel, sehat jasmani dan rohani, berpengalaman, dan selalu terlibat dalam pelaksanaan upacara. Sumber data yang digunakan meliputi data primer yang diperoleh melalui wawancara dan observasi, serta data sekunder dari kepustakaan dan dokumen terkait. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang upacara pembuatan rumah adat Suku Lamunde berakar pada pemahaman masyarakat bahwa rumah adat adalah bagian esensial dari budaya dan kehidupan mereka, serta merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur. Proses pelaksanaan upacara ini sangat memperhatikan tahapan penting agar tidak menyimpang dari adat istiadat yang berlaku dan menghindari kemarahan leluhur yang diyakini dapat menimbulkan penyakit. Tahap-tahap tersebut meliputi persiapan (musyawarah, mufakat, serta pengadaan alat dan bahan), pelaksanaan (dimulai dengan Buru di mama da’mate [penurunan atau pengeluaran barang sakral], Tatara umma, pazigo geli [pembongkaran rumah adat lama dan pembersihan], Pakede pari’i tilu [pembuatan tiang tengah/rangka utama], Pakede tokona karabona karagana [pembuatan rangka menara dan pemasangan balok nok], Padua katonga, korona [pembuatan bale-bale dan pembagian ruang/kamar], Tauge ro’o na [pemasangan seng aap], Ngokotage umma, tau ge rabuka [pemasangan dan pembuatan tempat tungku/masak], dan Boti i’umma [pengembalian atau pemasukan kembali isi rumah]), dan diakhiri dengan tahap penyempurnaan (pawaana kalere) untuk mengoreksi kesalahan yang mungkin terjadi selama proses. Fungsi rumah adat ini mencakup aspek sosial dan relijius. Sementara itu, nilai-nilai yang terkandung dalam upacara pembuatan rumah adat Suku Lamunde meliputi nilai religius, persatuan, gotong royong, historis, edukasi, dan estetika.
References
Arimbi, K. R. 2017. Rumah Adat Indonesia. Jakarta: Badan Pengembangan Dan
Pembinaan Bahasa.
Banu, Ri, dkk. 2024. Pendidikan Multikultural. Jurnal Ciencias: Penelitian dan
Pengembangan Pendidikan halaman 66-76.
Baker, 1984. Ilmu Budaya Dasar: Suatu Pengantar. Refika Aditama
Bria. 2004. Nilai-Nilai Tetun. Malaka
Boro, Lete Paulus. 1995. Pasola permainan Ketangkasan Berkuda Lelaki Sumba Nusa
Tenggara Timur. Indonesia obor. Jakarta
Carsten, Jane and Sthepen Hugh Junes, 1955. Abaut The Hous Live Straus Add Boyond.
London : Combridge Universiti Press
Chaer. 2007. Lingkungan Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Depdilkbud 1989. Pendidikan dan kebudayaan di Indonesia (hal. 38). Jakarta: Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan.
Jusuf, Daode. 1977. Pendidikan kebudayaan Pembentukan Manusia. Sekretarian
Musyawara Perguruan Swasta, Jakarta Pusat
Iskandar. 2008. Metodologi Penelitian Dan Sosial (Kualitatif Dan Kuantitatif). Jakarta
Gang persada Pers
Koentjaraningrat. 2015. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Koentjaraningrat. 1965. Pengantar Antropologi. Jakarta: Penerbit Universitas Kuswarno,
Engkus. 2011. Metode Penelitian Koomunikasi Entnografi (Suatu Pengantar Dan Contoh Penelitiannya). Banduung : Widya Padjajaran.
Koentjaraningrat. 1967. Beberapa Pokok Antropoologi Sosial. Dian Rakyat. Jakarta
Koentjaraningrat. 1974. Kebdayaan Mentalitas Dan Pembangunan. Jakarta : Gramedia
Koentjaraningrat. 1974. Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Jakarta Dian Rakyat
Koentjaraningrat. 1981. Kebdayaan Mentalitas Dan Pembangunan. Jakarta : Gramedia
Koentjaraningrat. 1990. Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Jakarta Dian Rakyat
Koentjaraningrat. 2002. Pengantar Ilmu Antropologi. PT. Rineka Cipta, Jakarta.
Margono. 2005. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta
NotoSusanto. Nugroho. 1964. Hakekat Sejarah Dan Azas-Azas Metode Sejarah Jakarta.
Pusat Sejarah Angkatan Bersejarah.
Pateda, M. 2001. Keaaneka ragaman Budaya Indonesia. Bandung: Alfabeta
Seran, Herman Josef. Ema Tetun 2007. Kupang : Gita Kasih
Soekanto S.A. Basuki. 1981. Antropologi Budaya. Jakarta: Departemen Pendidikan Dan
Kebudayaan
Soekmono, R.S. 1973. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia I. Yogyakarta : Kanisius
Soleman, Munandar. 2010. Ilmu Budaya Dasar. Bandung: Rafika Aditima.
Sujarwa. 2010. Ilmu sosial Dan Budaya Dasat Manusia Fenomena Sosial Budaya.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar..
Suryana, Yaya & Rusdiana H. A. (2015). Pendidikan Multikultural, Konsep-Prinsip
Implementasi. Bandung: Pustaka Setia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Sport & Science 45

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).





