Upacara adat perkawinan suku amanatun desa batnun kabupaten timor tengah selatan propinsi nusa tenggara timur

Authors

  • Sindiati Naema Missa Universitas Persatuan Guru 1945 Nusa Tenggara Timur

Keywords:

Upacara Adat Perkawinan, Suku Amanatun, Desa Batnun, Nilai Budaya

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang proses berjalannya Upacara Adat Perkawinan, Fungsi dari Upacara Adat Perkawinan dan nilai-nilai yang terkandung dalam Upacara Adat Perkawinan Suku Amanatun Desa Batnun Kabupaten Timor Tengah Selatan Propinsi Nusa Tenggara Timur. Penentuan informan dalam penelitian ini yaitu dilakukan secara Snowball Sampling . Orang yang terpilih menjadi informan yaitu tua-tua adat dan tokoh masyarakat yang berusia 50 tahun keatas, dipercaya, sehat, berpengalaman dan selalu terlibat dalam proses Upacara Adat Perkawinan. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer adalah informan yang terlibat langsung dalam proses terjadinya Upacara Adat Perkawinan dan sumber data sekunder adalah kepustakaan atau literatur-literatur dan dokumen-dokumen. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, studi kepustakaan dan dokumen. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: latar belakang berjalannya Upacara Adat Perkawinan adalah yang menjadi pekerjaan utama bagi masyarakat Desa Batnun adalah sebagai petani sawah dan lahan kering. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan mereka hanya mengandalkan hasil pertanian yang sampai saat ini masih dikerjakan dengan sistem pertanian yang sangat tradisional. Kebiasaan yang masih dilakukan dalam bidang pertanian ini yang melahirkan suatu kebudayaan bagi masyarakat Desa Batnun. Hal ini terlihat dalam kebiasaan yang dilakukan dalam sistem pertanian. Salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat hingga saat ini Upacara Adat Perkawinan. Proses berjalannya Upacara Adat Perkawinan dimulai dari tahap persiapan yaitu : Makan siri pinang, masuk minang dan ikat, nikah, adat, transfer perempuan. Berfungsi menjaga kelestarian budaya, mempererat tali silaturahmi, memberi ligitimasi sosial, menghormati para leluhur, menjaga stabilitas sosial, untuk setiap orang yang membangun rumah tangga baru. Nilai dari Upacara Adat Perkawinan yaitu : nilai ekonomis, nilai persatuan dan keutuhan, nilai gotong royong, nilai sejarah, nilai kerendahan hati, nilai etika/sopan dan menghargai.  

References

Appadurai, A. (2001). Disjuncture and Difference in the Global Cultural Economy. In Modernity at Large: Cultural Dimensions of Globalization University of Minnesota Press.

Barthes, R. (2002). Mythologies. Translated by Annette Lavers. Hill and Wang.

Basri, M. 2006. Metodologi Penelitian Sejarah, Restu Agung, Jakarta.

Clifford, J. (2002). The Predicament of Culture: Twentieth-Cultural Economy. In Modernity, and Art. Harvand University Press.

Clifford, J. (2004). The Predicament of Culture: Twentieth-Century Ethnography, Literature, and Art. Harvand University Press.

Douglas, M. (2003). Purity and Danger: An Analysis Of Concepts Of Pollution and Taboo. Routledge.

Endraswara, Suwardi. 2006. Metode, Teori Penelitian Kebudayaan. Sleman: Pustaka Widyatama.

Geertz, C. (2002). The Interpretation Of Cultures. Basic Books.

Grice, P. (2003). Logic and Conversation. In Studies in the Way of Words. Harvard University Press.

Iskandar, 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT. Gramedia.

Kant, E. (2002). Critique of Pure Reason. Translated by Paul Guyer and Allen Wood. Cambridge University Press.

Kallau. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Koentjaraningrat. (2001). Pengantar Antropologi: Budaya dan Sistem Kekerabatan di Indonesia. Rineka Cipta.

Liliweri Alo, 2003. Makna Budaya Dalam Komunikasi Antar Budaya. Yogyakarta KLIS.

Maleong, L.J. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosada Karya.

Margono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta.

Mead, M. (2004). Coming of Age in Samoa. Herper Perennial Moderen Classics.

Mulder, N. (2009). Inside Indonesia Society: Cultural Change in Jawa. Oxford University Press.

Peirce, C. S. (2000). Collected Papers of Charles Sanders Peirce, Volume 2. Harvard University Press.

Rokeach, M. (2008). The Nature Of Human Values. Free Press.

Saussure, F. (2005). Course in General Linguistics. Translated by Roy Harris. Open Court.

Sediati Elly. M. 2009. Sosiologi Dan Budaya Dasar. Kencana Prenada Media : Jakarta.

Schwartz, S.H. (2006). Basic Human Values: An Overview. In Human Behavior in Global Perspective. Sage Publications.

Sugiyono, 2010. Metode Penelitian Pendidikan (pendekatan kualitatif). Bandung Alfabeta.

________, 2012. Metode Penelitian Kualitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta.

Suwardi, D. (2006). Metode Penelitian Kualitatif dalam Ilmu Sosial dan Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.

Slamet, A. (2010). Tradisi Adat Perkawinan di Nusa Tenggara Timur. Pustaka Sinar Harapan.

Soares, M. (2008). Adat Perkawinan Suku Timor: Proses dan Tradisi. Penerbit Universitas Timor.

Turner, V. (2008). The Ritual Process: Structure and Anti-Structure. Aldine Transaction.

Tylor, E.B. (2002). Primitive Culture. Houghton Mifflin Company.

Williams, R. (2003). Keywords: A Vocabulary Of Culture and Society. Oxford University Press.

Wittgenstein, L. (2001). Philosophical Investigations. Blackwell Publishing.

Downloads

Published

2025-06-01

How to Cite

Missa, S. N. (2025). Upacara adat perkawinan suku amanatun desa batnun kabupaten timor tengah selatan propinsi nusa tenggara timur. Jurnal Sport & Science 45, 7(1), 395–404. Retrieved from https://ejournal.upg45ntt.ac.id/jss/article/view/394