PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS NILAI KEARIFAN LOKAL

Studi Kasus Di SMA Negeri 1 Amanuban Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan

Authors

  • Wino Maklon Tefamnasi Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui proses internalisasi pendidikan karakter berbasis nilai kearifan lokal di SMA Negeri 1 Amanuban Selatan, (2) mengetahui dampak integrasi nilai-nilai kearifan lokal terhadap peserta didik dalam mata pelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Amanuban Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan (3) mengetahui pencapaian pengintegrasian nilai-nilai kearifan lokal terhadap peserta didik pada mata pelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Amanuban Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian kualitatif ini berfokus pada proses dan dampak pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Subjek penelitian adalah SMA Negeri 1 Amanuban Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai kearifan lokal dilakukan melalui pembelajaran terintegrasi, kegiatan ekstrakurikuler, dan pembiasaan. Integrasi nilai-nilai kearifan lokal memberikan dampak positif pada sikap dan perilaku peserta didik, khususnya dalam mata pelajaran sejarah. Pencapaian pengintegrasian terlihat dari peningkatan kesadaran, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai luhur budaya lokal oleh peserta didik.

References

Alfian (2013:428) Kearifan lokal diartikan sebagai pandangan hidup dan pengetahuan serta sebagai strategi kehidupan yang berwujud aktifitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal

Atmi (2013:90) mengungkapkan bahwa “konsep pembelajaran merupakan suatu tempat guru dan siswa membangun lingkungan sosial yang interaktif

Dimyanti (1985:11) mengungkapkan bahwa “pembelajaran merupakan konsep interaksi peserta didik dengan pendidik

Djahiri (1985:5) mengemukakan bahwa “apa yang telah dipelajari mempunyai potensi untuk dimanfaatkan dalam kehidupan

Eka Parama Yuni 2012 berjudul “Penerapan Pembelajaran Berbicara Bahasa Indonesia Menggunakan Dongeng Dengan Kearifan Lokal”.

Fajarini (2014:123) berbagai strategi dilakukan oleh masyarakat untuk menjaga kebudayaannya.

Gaffar (2004:61) bahwa ‘pendidikan bukan hanya sekedar menumbuhkan dan mengembangkan keseluruhan aspek kemanusiaan tanpa diikat dengan nilai

Istiawati (2016;5) berpandangan bahwa kearifan lokal merupakan cara orang bersikap dan bertindak dalam menanggapi perubahan dalam lingkungan fisik dan budaya.

Slamet Hariyadi (2015) yang berjudul “Integrasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Pembelajaran Sejarah”

Wietoler dalam Akbar (2006:87. Secara umum, budaya lokal atau budaya daerah dimaknai sebagai budaya yang berkembang di suatu daerah

Wibowo (2015:17). Identitas dan Kepribadian terseebut tentunya menyesuaikan pandangan hidup masyarakat sekitar agar tidak terjadi pergeseran nilai-nilai.

Zamroni (2001:79) mengemukakan bahwa “untuk menemukan wajah keindonesiaan dalam pendidikan.

Downloads

Published

2025-06-01

How to Cite

Tefamnasi, W. M. (2025). PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS NILAI KEARIFAN LOKAL: Studi Kasus Di SMA Negeri 1 Amanuban Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Jurnal Sport & Science 45, 7(1), 91–101. Retrieved from https://ejournal.upg45ntt.ac.id/jss/article/view/331