STRATEGI PENGEMBANGAN TENUN IKAT SEBAGAI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT SUKU DAWAN DESA OEBESI KECAMATAN AMARASI TIMUR KABUPATEN KUPANG

Authors

  • JEFRI ILIMELEK SUA UNIVERSITAS PERSATUAN GURU 1945 NTT

Keywords:

Tenun ikat, Strategi pengembangan, Kearifan LokalAmarasi

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi pengembangan tenun ikat sebagai kearifan lokal masyarakat Suku Dawan Amarasi di Desa Oebesi, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat serta merumuskan strategi pengembangan tenun ikat. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini melibatkan 20 informan yang dipilih melalui purposive sampling, dengan metode pengumpulan data observasi, wawancara terarah, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenun ikat merupakan warisan budaya turun-temurun yang berperan sebagai identitas sosial. Produksinya dilakukan oleh kaum perempuan menggunakan alat tradisional dan bahan alami. Faktor pendorong meliputi: pewarisan budaya, kemudahan perolehan sumber daya alam, peningkatan ekonomi keluarga, dan pemanfaatan waktu luang. Di sisi lain, faktor penghambat mencakup: produksi untuk konsumsi sendiri, penggunaan bahan kimia, keterbatasan modal, dan dominasi tenaga kerja non-produktif. Selain itu, faktor fisik seperti cuaca dan lokasi juga memengaruhi pengembangan tenun ikat. Penelitian ini memberikan gambaran komprehensif mengenai dinamika pengembangan tenun ikat di komunitas tersebut.

References

Adriansyah, 2015.Manajemen Transportasi Dalam Kajian Dan Teori. Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Prof. Dr Moestopo Beragama: Pearson Education.

Angin, Ignasius Suban, 2015. Pengantar Ilmu Geografi, Kupang: Program Studi Pendidikan Geografi.

Arikunto, S. 2006. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: BumiAksara.

Bili Bora Lukas, 2014.Geografi Industri dan Transportasi. FKIP Undana, Kupang.

Bungin, Burhan. 2003. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

David, F, R. 2006. Manajemen Strategis, Buku 1, Edisi ke-10. Jakarta: Salemba 4.

Deliyanto, B. 2014.Manusia Dan Lingkungan Sosial Budaya. Jakarta: Universitas Terbuka. Djakariah, Gabriel danFina, 2020.Sejarah Tenun Ika Bermotif Pan Buay Ana Di Kelurahan Pakubaun Kecamatan Amarasi Timur Kabupaten Kupang. Jurnal Sejarah. Vol. 17, No.1.Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Undana Kupang.

Evarianti, Angin Ignasius, Sunimbar, 2021. Hubungan Antara Modal Bahan Baku Dan Tenaga Kerja Terhadap Produksi Tenun Ikat Di Sanggar Bliran Sina Watublapi Kecamatan Hewokloang Kabupaten Sikka. Jurnal Geografi. Vol.17, No.1. Program Studi Pendidikan Geografi, Universitas Nusa Cendana.

Hamzah, S. 2013. Pendidikan Lingkungan: Sekelumit Wawasan Pengantar. Bandung: PT. Rafika Aditama.

Hastuti, 2009. Prespektif Spasial Dalam Kajian Geografi Manusia. Jurnal Majalah Ilmiah Dan Informasi Kegeografian,.

Kedang Agnes, 2020. Pengembangan Industri Tenun Ikat Yang Ramah Lingkungan Di Kelurahan Waibalun Kecamatan Larantuka Kabupaten Flores Timur. Skripsi. Kupang: Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Nusa Cendana Kupang.

Kewa, Wulakada, Hasan. 2022. StrategiPengembangan Home Industry Tenun Ikat Dengan Memperhatikan Ramah Lingkungan Di Desa Lamapaha Kecamatan Kelubagolit Kabupaten Flores Timur. Jurnal Geografi. Vol.18. No.1.Kupang: Program Studi Pendidikan Geografi, Universitas Nusa Cendana.

Kholmi, 2003.Akuntansi Biaya. Yogyakarta: BPFE. Knox, Paul, Sallie Marston, Alan Nash, 2010. Geografi Manusia. Tempat Dan Wilayah Dalam Konteks Global.Edisi Kanada Ke-3. Toronto: Pearson

Koentjaraningrat, 2009.Pengantar Antropologi I. Jakarta: Rineka Cipta.

Kulkarni, 2011.Industri Pewarnaan Alami. Fakultas Pasca Sarjana UGM. Yogyakarta.

Kuswanto Heri, 2019. Karakteristik Usaha Masyarakat Pengrajin Tenun Di Desa Timu kecamatan Bolo Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat.Skripsi. Mataram: Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Mataram.

Mulyadi, 2005.Akuntansi Biaya, Edisi Kelima, Yogyakarta: Unit Penerbit dan Pencetakan Akademik Manajemen Perusahaan YKPN.

Mustofa, Brisi, dan Inung Sektiyawa. 2007. Kamus Lengkap Geografi. Yogyakarta: Panji Pustaka.

Neununy Dolfries, 2021. Kain Tenun Ikat Tradisional Sebagai Kearifan Lokal Masyarakat Desa Tumbur Kabupaten Kepulauan Tanimbar (Kajian Sosiologi Dan Implikasi Terhadap Eksistensi Kebudayaan Masyarakat Tumbur). Vol.3, No.1.Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Saumlaki.

Ni Ketut Dian Aryati, I Wayan Treman, Ida Bagus Made Astawa, 2015. “Persebaran Kerajinan Industry RumahTangga Di Kecamatan Karangasem (Tinjauan Kartografi Tematik)” Jurnal Pendidikan Geografi

Nurcahyani, 2018.Strategi Pengembangan Produk Kain Tenun Ikat Sintang. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan. Kalimantan barat: Vol.2, No.1. Balai Pelestarian Nilai Budaya Kalimantan.

Prayitno, Teguh. 2010. Mengenal produk nasional batik dan tenun. Semarang: PT. Sindu Press.

Rangkuti, F. 2000. Analisis SWOT TeknikMembedah Kasus Bisnis. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Renner, 2000.Aktivitas bidang industri.UGM.Yogyakarta.

Riyanto, 2001.Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan, edisi keempat, cetakan ketujuh, Yogyakarta: BPFE.

Sadono, Sukirno. 2006. Pengantar Bisnis. Jakarta: Kencana.

Se, Robertus. 2015. Geografi Budaya, Bahan Ajar. Kupang: FKIP Geografi Undana.

Setiawan&Suwarningdyah,2014.Strategi Pengembangan Tenun Ikat Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan. Vol.20. No.1.Pusat Penelitian Dan Pengembangan Kebudayaan, Balitbang, Kemendikbud.

Simanjuntak, Payaman, J. 2002. Masalah Upah Dan Jaminan Social Dalam Undang-Undang Yang Baru Tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh. Kantor Perburuhan Internasional, Jakarta.

Siombo Marhaeni, 2019. Kearifan Lokal Dalam Proses Pembuatan Tenun Ikat Timor (Studi Pada Kelompok Penenun Di Atambua-NTT).Bina Hukum Lingkungan. Jakarta Selatan: Vol.4, No.1. Fakultas Hukum Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.

SugiartiAyu, 2016. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Motif Tenun Ikat ATBM Pada Sarung Goyor Di Kota Tegal.Skripsi. Semarang.

Program Studi Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Semarang.

Sugiarto, dkk, 2007.Ekonomi Mikro (Sebuah Kajian Komprehensif). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.___2007.

Sumarsono, S. 2003. Manajemen Koperasi: Teori dan Praktek: Yogyakarta. Graha Ilmu.

Utami Nurul&Yulistiana, 2018.Tenun Ikat Amarasi Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur. e-Jurnal. Vol.7, No.2. Surabaya. Program Studi Pendidikan Tata Busana Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009, Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Wanyama, 2014.Industri Pewarnaan Alami. Fakultas Pasca Sarjana UGM. Yogyakarta.

Widati, 2002.Perempuan Dalam Usaha Pertenunan Sulawesi Selatan. Jurnal Perempuan edisi 22.

Yunus, HadiSabari, 2015. Metodologi Penelitian Wilayah Kontemporer, Cet. 2,. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Downloads

Published

2025-05-31

How to Cite

ILIMELEK SUA, J. (2025). STRATEGI PENGEMBANGAN TENUN IKAT SEBAGAI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT SUKU DAWAN DESA OEBESI KECAMATAN AMARASI TIMUR KABUPATEN KUPANG. Jurnal Sport & Science 45, 7(1), 216–225. Retrieved from https://ejournal.upg45ntt.ac.id/jss/article/view/329