Peranan Tupitu nakaf abraham baitanu dalam perkembangan wilayah penkase dari masa wilayah ketemukungan hingga menjadi wilayah desa pada tahun 1965-1998
Abstract
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi awal wilayah Penkase sebelum kepemimpinan Abraham Baitanu, menganalisis proses terpilihnya Abraham Baitanu sebagai temukung pada tahun 1965, mengidentifikasi kebijakan-kebijakan yang diterapkannya, serta menjelaskan peranan Abraham Baitanu dalam pemekaran wilayah Penkase dari sistem ketemukungan menjadi desa. Subjek penelitian ini adalah wilayah Penkase dan tokoh Abraham Baitanu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah, melalui tahapan heuristik untuk mengumpulkan sumber, kritik sumber untuk menilai keaslian dan kredibilitasnya, interpretasi untuk memaknai data yang ditemukan, dan historiografi sebagai tahapan penulisan sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penkase awalnya merupakan wilayah ketemukungan dengan sistem pemerintahan tradisional yang kental. Abraham Baitanu, setelah terpilih sebagai temukung, melakukan berbagai kebijakan progresif, termasuk penguasaan wilayah Oeleta dan menjadikan Penkase sebagai desa mandiri. Peran krusial Abraham Baitanu sangat menonjol dalam transformasi Penkase dari struktur ketemukungan menjadi desa, yang secara signifikan memengaruhi perkembangan sosial dan administratif wilayah tersebut pada periode 1965-1998.
Kata Kunci: Abraham Baitanu, Penkase, Ketemukungan, Pemekaran Wilayah, Sejarah Lokal
References
DAFTAR PUSTAKA
Abu amadi. 1998. Psikologi umum,Jakarta:PT Rineka cipta
Burhan. 2006. Analisis data penilitian kualitatif. Jakarta: raja grafindo
Dougherty dan Pritchard. ( dilansir dari buku role ambiuguity and role clarity 2003 oleh Buer dan Jeffrey
Gottschalk. 1996: Mengerti sejarah. Jakarta: universitas Indon
Gazalba. 1996. Pengantar sejarah sebagai ilmu. Jakarat: Bhatara
Kartodirjo. 1992. Pendekatan ilmu sosial dalam metodologi sejarah.jakarta gramedia pustaka utama
Khairullah dan Cahyadin. 2006. Evaluasi pemekaran wilayah di Indonesia: studi kasus kabupaten Lahat. yogyakarta
Koentjaraninggrat. 2004. Manusia dan kebudayaan di indonesia, jakarta: Djambatan
Kozie, barbar. 2008. Peran dan mobilitas masyarakat, Jakarta
Kollo, M., & Rohi, D. 2022 “ sejarah terbentuknya kefetoran bani-bani di timor tahun 1936 “ ciencias: jurnal penelitian dan pengemabangan pendidikan, 5(1),(39-45). Retrieved from, https://ejournal.upg45ntt.ac.id/ciencias/article/view/73
Margono. 2005. Metode penilitian pendidikan. Jakarta : PT Rineka Cipta
Meleong. 2008. Metode penelitian kualitatif. bandung: PT remaja Rosdakarya
Poernomosidi. 1979. Desentralisasi dan otonomi daerah. Jakarta: Gramedia pustaka utama
Soekanto. 2002. Teori peranan. Jakarta: Bumi aksara
Uu nomor 78 tahun 2007. pemekaran wilayah. sumatera:universitas andalas
Widiyatmika. 2007. Lintasan sejarah Bumi Nusa Cendana. Kupang: pusat pengembangan Madrasah
Widja, I Gede. 1998. Sejarah lokal perspektif dalam pengajaran sejarah. Jakarta: Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Sport & Science 45

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).





