SURVEI TENTANG PANTAI WINI SEBAGAI TEMPAT REKREASI DI DESA WINI, KECAMATAN INSANA UTARA, KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA

Authors

  • Maksimilianus K. Taleke UPG 1945 NTT
  • Gregorius Jado UPG 1945 NTT

Keywords:

Pengembangan, Pantai Wini

Abstract

Wini adalah salah satu wilayah yang berada di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT. Wini juga menyimpan segudang keindahan alam yang tiada duanya di dunia. Karena selain letak geografis yang berbatasan langsung dengan Laut Timor Leste dan Australia bagian Selatan, ada tempat-tempat wisata yang tidak boleh dilewatkan oleh wisatawan, ketika berkunjung ke sana. Sejak era Jokowi, Indonesia bagian Timur, khususnya Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT diperhatikan dengan totalitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis indikator pariwisata pesisir, menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman, serta menentukan strategi yang tepat dalam pengembangan pariwisata pesisir di Pantai Wini. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan analisis SWOT. Strategi pengembangan dirumuskan dengan cara meminimalkan kelemahan dan ancaman, serta memaksimalkan peluang dan kekuatan. Data dikumpulkan melalui observasi, studi kepustakaan, serta wawancara dengan stakeholder terkait seperti Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Perikanan dan Kelautan, Kelurahan, TNI AL, tokoh masyarakat, dan pengunjung. Data dianalisis secara deskriptif kemudian untuk menentukan strategi pengembangan pariwisata pesisir dilakukan dengan analisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa strategi pengembangan pariwisata pesisir Pantai Wini antara lain mengoptimalkan pemanfaatan lahan pesisir dengan tetap membangun kualitas ekosistem melalui kerjasama, mengembangkan profesionalisme dalam pengelolaan dengan mengembangkan SDM pelestarian ekosistem pesisir, serta pembangunan terpadu dengan pemeliharaan yang rutin dan terkontrol.

References

Arikunto, Suharsimi. (2002). Prosedur Penelitian Suatu PendekatanPraktek. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Cooper,M. D. (1998).Improving Safety Culture: A Practikal Guide. London:J.Wiley Dan Sons,Chichester

Ginting. S. (2004). Pengaruh Lama Penylingan Terhadap Rendem dan Mutu Minyak Atsiri Daun Serai wangi. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Sumatera Utara.

Harkantiningsih, Naniek. (2013). Caramics Along The Spice Trade Route in The Indonesian Archipelago in The 16th-19th Century. Forum Arkeologi. 26 (1). 29-37.

Kodoatie Robert J, Syarief Roestam (2010). Tata Ruang Air. Yogyakarta:andi Offset Khairiyah, Lailatul, Studi Perubahan Garis Pantai Antara Muara Batang Arau

Sampai Muara batang Kurarji Padang. Skripsi: Program Studi Pendidikan Geografi STKIP Sumatera Barat.

Mentri Pekerjaan Umum Republik Indonesia. (2010). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 09 Tahun 2010. Pedoman Pelindungan Pesisir

Noor Djauhari. (2014). Geomorfologi. Yogyakarta: Deepublish

Noor Djauhari. (2014). Pengantar Geologi. Yogyakarta : Deepublish

Rosita, Marhanah, Sri dan Wahadi, Woro Hanoum. (2016). Pengaruh Fasilitas Wisata dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pengunjung di Taman Margasatwa Ragunan. Jakarta Manejemen Resort dan Leisure, Vol. 13, No. 1, April 2016.

Sunarningsih. (2002). Aktivitas Pertukaran (Exchange) pada Peti Kubur Batu di Gunung Kidul: Sebuah Kajian Pendahuluan. Makalah Pertemuan Ilmiah Arkeologi VIII. Jakarta: Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia

Downloads

Published

2023-11-29

How to Cite

K. Taleke, M., & Jado, G. (2023). SURVEI TENTANG PANTAI WINI SEBAGAI TEMPAT REKREASI DI DESA WINI, KECAMATAN INSANA UTARA, KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA. Jurnal Sport & Science 45, 5(2), 17–25. Retrieved from https://ejournal.upg45ntt.ac.id/jss/article/view/138